Wednesday, May 30, 2018

aWZ

Bahagia itu bagiku sederhana kok. Bisa menjadikan hobiku sebagai salah satu sumber income itu udah cukup membuatku bahagia. Rasanya semua kreativitas tercurahkan untuk membangun sebuah kursus merajut online. Mulai dari pemilihan materinya, trus bagaimana mengemas materi itu biar transfer ilmunya berhasil. Semuanya full aku buat sendiri. Jadi gak plagiate karyanya orang. Full my cretivity.

Sebagian dokumentasi chatku dengan peserta kursus merajut online

Seru loh bisa mengubah imajinasi di kepala jadi hal yang real. Jujur prosesnya gak sesimple saat aku menuliskan ceritanya ini. Banyak sekali hal-hal yang diluar kontrolku sebelumnya. Aku pikir setelah materi rampung, udah selesai.

Ternyata...belummm. jadi mikir lagi gimana cara ngirim materinya yang capacitynya lumayan besar. Maklum klo whatsapp maximum hanya 16MB. Sementara materinya more than it. Ups.

Sebagian dokumentasi kursus merajut onlineku

Karena backgroundku bukan IT, jadilah browsing sana sini. Trus trial and error yang mana nih aplikasi yang ok punya diantara pilihan yang ada. Kebayangkan berapa banyak kuota internet yang kepake buat aktivitas ini. But, it's ok. Segala sesuatu itu emang butuh pengorbanan. No pain, no gain! No sacrifice, no result!

Sebagian Dokumentasi lagii

Dan finally, dapet juga pilihan yang the best buat aplikasinya. Trus apa semuanya berakhir?off course not. Muncul lagi pertanyaan dibenakku, bagaimana ya sistem belajarnya biar efektif?bagaimana dengan schedulenya?

Nahh..begitu ternyata untuk membuat sebuah kursus merajut online itu butuh pemikiran dan imaginasi yang menurutku lumayan juga. Tapi..karena hobi jadi semuanya seru aja. Sama sekali tak terbebani, malah jadi tertantang.

Sebagian Dokumentasi lagii

Dan so far peserta kursusnya kebanyakan di area jabodetabek, trus kalimantan dan surabaya. Jadi punya banyak teman maya di sebagian wilayah indonesia. Seru kan?hehe.

Dann....sebelum close, pengen share info buat yang pengen ikutan bisa kontak wa 089694361259 ato bisa juga follow ig. witri.zaini. Endingnya ya (hehe).


Salam,
aWZ
READMORE - aWZ

Monday, May 14, 2018

Semua Tentang Kita

Hal yang akan selalu abadi meski kita tak ada lagi di dunia ini adalah karya. Macem-macem sih bentuknya, bisa tulisan, lagu. Nah berbicara tentang lagu, aku suka sekali sama dentingan gitarnya lagu Semua Tentang Kita miliknya Peterpan.

Maklum, jaman kuliah dulu beberapa kali belajar petikan lagu itu. Bisa sih, gak susah-susah amat metik senarnya, kan gitarku akustik. Jadi senarnya langsung bernada gak butuh tenaga ekstra buat maininnya. Yang jadi masalah justru suaraku yang gak semerdu si petikan gitar. Makanya jadi ancur, hehehe.

Aku tuh dari dulu paling suka klo ngeliat cewek jago gitaran plus suaranya merdu. Maklum aku gak seberuntung itu, hiks. Tapi, it's ok, tetep bersyukur dengan apa yang ada.

Dan buat yang penasaran sama petikan gitar lagu Semua Tentang Kita, bolehlah didengerin nih.


READMORE - Semua Tentang Kita

Tuesday, May 8, 2018

Musafir yang Cerdas

Suatu Hari Seorang Musafir lewat di suatu kampung. Ia melihat penduduk kampung sedang berkumpul ramai sekali.
Mereka sepertinya lagi mengadakan musyawarah besar.

Setelah mencari tahu, ternyata penduduk kampung itu lagi membicarakan siapa yang bersedia mau menjadi ketua kampung.

Ia menjadi heran, kenapa orang-orang ini justru mencari siapa yang mau menjadi pemimpin, karena menurut kebiasaan, orang malah rebutan untuk jadi pemimpin.

Rupanya ada suatu tradisi aneh di kampung itu. Setiap seorang pemimpin yang telah selesai menjalankan tugasnya...Ia akan dibuang ke suatu tempat yang sangat berbahaya!

Di padang pasir yang dipenuhi binatang buas dan berbisa.
Setiap orang yang masuk kesana mustahil bisa keluar lagi dengan selamat.

Setelah berpikir sejenak ia menawarkan diri untuk jadi pemimpin di kampung itu.

Tentu saja penduduk kampung menjadi heran sekaligus senang. Dengan penuh yakin ia menanda tangani perjanjian untuk menjadi pemimpin dan siap dibuang setelah 10 tahun menjalankan tugasnya.

Namun Musafir ini ternyata seorang yang sangat cerdas.

Pantas sekali ia berani menawarkan diri jadi pemimpin Negeri itu.

-- Di tahun pertama dan kedua.
ia mengumpulkan dana yang sangat besar.

-- Pada tahun ketiga.
Ia menugaskan Orang untuk membuat jalan ke padang pasir tempat yang akan dijadikan tempat pembuangannya.

-- Tahun keempat.
Ia membersihkan tempat itu dari binatang buas dan berbisa.

-- Tahun kelima.
Ia memerintahkan Orang untuk mengalirkan Air dan menanaminya dengan berbagai macam tumbuh-tumbuhan.

-- Tahun keenam sampai kedelapan. Ia menyulap daerah itu menjadi kota yang sangat megah dan membuat Istana yang indah untuk tempat ia ketika dibuang nanti.

-- Akhirnya pada tahun kesembilan, Ia justru merindukan jabatannya segera berakhir, karena ia ingin sekali secepatnya menempati rumah masa depannya.

ITULAH GAMBARAN DUNIA DAN AKHIRAT....BAGI ORANG-ORANG YANG SADAR AKAN UMUR DAN KEHIDUPANNYA.

Ada Orang yang merasa cemas akan Kematian karena ia membiarkan rumah masa depannya dipenuhi Binatang buas dan berbisa, hingga rumahnya hancur berantakan, bahkan dipenuhi Api.

Tapi bila ia persiapkan dengan segala kebaikan, amal Shaleh justru akan membuat kerinduan untuk segera menuju kesana.

Ia malah merasa asing dan tidak betah didunia yang fana ini, karena berharap segera menempati tempatnya yang penuh dengan kenikmatan dan abadi..Yaitu : Akhirat.

Orang yang cerdas adalah yang mempersiapkan diri untuk kehidupan Akherat...

Dan orang yang teramat bodoh adalah orang yang mengorbankan kehidupan yang abadi demi kesenangan di dunia yang hanya sekejap saja.

Manfaatkan hari ini untuk menyiapkan bekal, guna memperoleh kebahagiaan yang tiada akhirnya...

Semoga kita bisa menjadi Musafir yang cerdas itu.

#Copas dari salah satu grup wa. Semoga bermanfaat
READMORE - Musafir yang Cerdas

Wednesday, May 2, 2018

Menulis

Menulis itu bagiku udah jadi terapi, sebenarnya pas awal buat blog niatnya juga cuma buat diri sendiri. Sama sekali tak ada niat buat memblow up blog ini, pure cuma buat hidden activity. Makanya tak pernah ada niat buat mentautkan link blog ini ke semua akun medsosku. Sampe aku join ke salah satu komunitas menulis di facebook, di situ kita diminta share blog kita di semua akun medsos yang kita punya. Finally, aku link juga, tapi cuma di instagram.

Blog ini udah lama juga vakum, udah lama juga  gak blogwalking ke blog temen-temen. Tapi ya seperti salah satu postinganku di blog ini, aku menulis bukan buat mengejar komen. Pure, karena aku suka.

Beberapa hari ini mendadak  baca tulisanku pas awal buat ini blog. Jadi senyum-senyum sendiri bacanya. Jadi mikir ulang, ini bener tulisanku ya. Hehe, bisa ya aku nulis beginian. Jadi review deh sama tulisanku sendiri. Jadi pengingat bagi diri sendiri juga. Mungkin itu ya hikmahnya punya blog, ide-ide yang pernah Allah hadirkan di kepalaku jadi terpatenkan, jadi setiap saat bisa di review. Everlasting words, hehe.

Seperti klo di facebook, pasti om mark suka meremind postingan kita yang udah lalu. Ato foto-foto kita, ato persahabatan kita, etc.

Pas jaman kerja di perusahaan batu bara

Cuma bisa senyum ngeliatnya. Tapi ada bagusnya juga secara aku juga gak nyimpen lagi file fotonya di hpku, untung pernah di upload jadi bisa di save lagi,hehe.


Klo ini pas kerja di distributor

Sebenarnya udah vakum juga dari facebook, paling klo ada yang ngetag, baru deh dibuka, sekedar give my like to  it. Appreciate aja sih niatnya, biar silaturahminya tetep terjaga even cuma di dunia maya.

Tapi setelah diliat liat memory di facebook, kok pas jaman ngajar bahasa inggris gak nemu fotonya ya, huhu. Mungkin saat itu gak pernah upload, huft. Padahal pengen liat penampakanku saat itu seperti apa.

Eh, tapi inget sama tulisan yang ini.


Bener juga even cuma tulisan sederhana di blog, at least it will permanently written. If i passed a way, my blog will become eye witness, prove that i ever live in this earth.


READMORE - Menulis

Saturday, April 28, 2018

Malu itu

Malu itu pas baru sadar klo gambar yang aku input di blogku via handphone ternyata amburadul. Huhu..baru sadarnya sekarang saking ga pernah lagi ngeblog pake laptop. Maklum lebih comfort pake handphone.

Kenapa?

Karena ide dan mood menulis itu datengnya tiba-tiba. Dan aku juga tipical yang spontan. Jadi klo mendadak moodnya bagus dan idenya dapet langsung dehh tancap gas. Jadi ga pernah pake konsep ato catatan-catatan kecil begitu. Kecuali klo aku nulisnya special untuk ikutan lomba ato harus buat reportasi setelah ikutan meet up di salah satu komunitas yang aku ikutin.

Huhuhu.. malu. Maaf yaa..buat yang pernah singgah ke sini dan merasa ga nyaman dengan tampilan gambarnya yang ancur. Aku juga baru tau ni malem.

Kepikiran nih buat edit semua pict yang menganggu pandangan, tapi..pas dipikir ulang, ga jadi deh. Klo cuma 1, 2 post sih it's ok. La ini, lumayan banyak. Nyerahh, langsung.

Mm..tapi ada ibrohnya nih, (versinya aku ya).

Mau tau?

Lanjut ke bawah ya.

Kesimpulannya, ga ada yang sia-sia yang terjadi pada hidup kita. Contoh simplenya ya..kejadian ini, karena sadar klo pict. nya ancur, jadi deh kepikiran buat nulis ni malem. Padahal udah lama banget ga nulis di sini.




Ok. Semoga terinspirasi dengan tulisan singkatku yaa.


READMORE - Malu itu

Tuesday, March 20, 2018

Saat Pempek Palembang Menyedot Perhatian Orang Belanda


Siapa tak kenal pempek. Makanan hits dari kota palembang ini begitu fenomenal, bukan hanya dari sisi rasanya yang menggoyang lidah, tapi juga varian namanya mengundang pertanyaan buat yang pertama kali mendengarnya. (Hayooo...ngaku, hehe).

Bener banget yakkk. Sebut saja kapal selem, lenjer, adaan, otak-otak, keriting, lenggang, dan pempek tunu. Wahhh, bahasanya klasik banget yaa, asli palembang dan hanya orang palembang yang tahu artinya.

Buat masyarakat umum yang penting mah  rasanya enak sehingga selalu nagih di lidah. Inilah yang membuat mereka rela merogoh kantong dalam-dalam demi menikmati pempek palembang.  Bahkan tak jarang ada yang sampai ambil kursus memasak pempek.

Hah, kursus memasak pempek?

Iya, individu milenial saat ini sangat kreatif dalam menjemput rupiah. Ini tak terlepas dari yang namanya passion karena mustahil rasanya orang bisa survive dalam menjalankan usaha semacam ini. 

Maklum suka dukanya banyak banget. Dan berbicara tentang kursus memasak, pastinya yang ikutan gak jauh-jauh dari kaum hawa yang punya hobi masak, dan specificnya pasti tinggal di daerah setempat yang pernah mencicipi betapa nikmatnya pempek palembang.

Nah, kali ini saya akan berbagi cerita pengalaman saya yang menemani bude saya mengajar kursus memasak pempek palembang.

Sebenarnya biasa aja hanya kursus begitu. Yang menjadi istimewa manakala yang ikut kursus orang luar indonesia, specificnya bule asal Belanda. Wahh, keren ya! Pempek bisa menarik perhatian bule!

Dan cerita dimulai disini adalah seorang gadis bernama Shyntia De Haan, teman yang saya kenal di Rumah Amalia, Tangerang. Dia  gadis blasteran Indonesia-Belanda yang sejak lahir hingga sekarang tinggal di Belanda. Sang kakek asli Solo, dan sang nenek asli Sungai Gerong, Palembang. Sejak ibunya berumur 9 tahun, keluarga ini pindah ke Belanda.

Tapi meski di Belanda, dia sering dapet kiriman pempek dari tantenya. Menurutnya, pempek itu enak dan menjadi makanan favoritnya. Tapi sayang tak ada satupun dari keluarga ibunya termasuk sang ibu yang dapat mengajarinya membuat pempek.

Pucuk di cinta, ulam tiba. Akhirnya dia bertemu dengan saya di Rumah Amalia, Tangerang.


bersama  owner Rumah Amalia, mb Rika dan Synthia De Haan

Saat itu kita sempat berbicara banyak hal, salah satunya saya bilang kalau bude saya mahir membuat pempek dan sering menerima pesanan baik perseorangan maupun institusi. Dan selang beberapa hari dari sini, saya mendapat pesan dari dia bahwa dia ingin belajar memasak pempek dengan bude.




Kaget sebenarnya saat pertama kali baca pesannya. Tapi akhirnya disepakati mengenai waktu kursus berlangsung.

Dan tibalah hari yang dinanti. Kita mulai dari resep. Untuk memudahkan dia mengerti akan bahan-bahan membuat pempek yang notabene sangat mudah ditemui di Indonesia, saya dan bude meminta dia mengabadikan gambar yang dimaksud. Salah satunya cabe rawit. Karena terkadang ini cabe memiliki nama berbeda di Belanda atau bahkan berbeda dengan cabe rawit asli Indonesia. 

Lalu lanjut dengan kata asam, awalnya dia bingung tapi setelah melihat gambarnya dia bilang bahan ini tersedia di warung dekat rumahnya di Menteng. Oya, cerita sedikit, saat ini sampe satu setengah bulan ke depan  dia ada di Jakarta, tepatnya di Menteng. Disini, dia tinggal dengan sahabat ayahnya sewaktu kuliah dulu layaknya sebuah keluarga yang memiliki ikatan darah.


Synthia sedang fokus memperhatikan kemasan asam

Lanjut dengan gula merah, saya sih jelasin ke dia, brown sugar, tapi mendadak dia bilang gula jawa. Spontan saya bilang, "Kamu bisa bahasa indonesia?" Jawabnya, " tidak, cuma sedikit." Hehe. Dan karena english merupakan second language di Belanda, logat bahasanya ketika berbicara bahasa Indonesia jadi seperti robot yang ada jeda per katanya. Pastinya sama seperti kita orang Indonesia yang berbicara bahasa inggris ya,  gak akan sama dengan orang asli sana.

Beberapa kali juga, dia mencari di Google untuk bahan-bahan seperti terigu, tapioka. Karena jujur saya juga gak tau nama merk bahan itu di negeri Belanda. Dan alhamdulilah ketika di search, dia menemukan bahan yang dimaksud di Belanda. Saya cuma kasih saran ke dia, kalau di antara bahan-bahan ini tak ada di negaranya lebih baik dia beli disini sebelum balik ke Belanda.


Saat synthia mencoba mencari bahan yang dimaksud di Google

Setelah itu lanjut bahan utama pempek, ikan tenggiri. Nah untuk yang satu ini rada ruwet, karena dia gak paham dengan jenis ikan ini. Baru pertama kali didengarnya.  Dia bertanya, apakah tenggiri itu sama dengan makarel. Dan saya jawab, beda. Karena setau saya emang beda. Akhirnya setelah dia  search di Google, dia bilang sama.

Saat kata tenggiri diketik di Google, gambar yang muncul menurutnya gambar ikan makarel. Nah, untuk yang satu ini saya nyerah, hehe. Jujur, saya gak terlalu mengenali specific gambar ikan tenggiri dan makarel. Saya hanya paham klo tenggiri rasanya renyah, baik digoreng atau diolah menjadi pempek. Pokoknya tenggiri itu udah best quality. Rasa enaknya  bawaan lahir (hehe).

Well, semua bahan dan takarannya udah dicatat oleh dia.. Sekarang kita mulai mengolahnya. Biar dia semakin paham, saya dan bude meminta dia secara langsung praktek. Dan dia sama sekali tak keberatan. Menurutnya memasak itu hobinya.  Dia juga tak segan untuk mengaduk dan membentuk langsung adonan pempek ersebut. Terbayang kan bagaimana kulit putihnya bergelumutan adonan.










Karena baru pertama kali tentu saja tangannya masih kaku. But, it's ok. Practice makes perfect!

Well, akhirnya empat jenis pempek, mulai dari lenjer besar dan kecil, kapal selem dan adaan sudah berhasil dibuat oleh dia. 


Pempak hasil praktek

Jam di dinding sudah menunjukan jam makan siang. Kita pun mengajaknya makan siang dengan salah satu lauknya khas Indonesia, sayur asem. Saat melihat meninjo, dia bertanya bagaimana cara memakannya. Setelah diajari dan menikmatinya, kata dia enak. Trus saya juga bilang, klo itu bahan utama membuat emping. Wahh, ternyata dia juga tau sahabat. Dia bilang klo dia suka makan emping. Ckckck..meski tinggal di Belanda dia juga sedikit banyak menyukai makanan asal negeri ibunya. Padahal  ibunya yang asli Indonesia itu udah pindah kewarganegaraan Belanda. Memang ya kekuatan blood itu tak bisa dipungkiri.

Setelah makan siang kita :  saya, bude dan Synthia menikmati pempek hasil kursus tadi. Enak, kata Synthia. Dan ketika saya menanyakan padanya mana yang paling enak diantara keempatnya, dia jawab adaan. 


Ketika menikmati pempek adaan

Saat hendak pulang, bude saya membawakan sebagian pempek hasil praktek tadi plus cuko yang jadi teman setia si pempek. Oya, ada juga martabak kentangnya lohh spesial diberi buat dia.




Bukan cuma itu, kita juga sempet mengabadikan momen ini dengan beberapa petikan kamera. Lalu saya juga meminta dia menuliskan beberapa komennya baik tentang pempeknya, pengajarnya maupun suasana kursus yang telah berlangsung tadi.




Dan endingnya, tak disangka dua menuliskan kata terima kasih, lengkap dengan bahasa Belanda dan Inggris yang disertai gambar hati. Terimakasih Witri, DAnkjewel, Thank you. 





Tak mau kalah, bude juga ikutan difoto sebelum dia pamit. 





Ahh jadi terharu. Apalagi, pas dia bilang, klo kebenaran di Jakarta, kabari dia aja, mungkin kita bisa jalan bareng. Trus, klo lagi di Belanda jangan segan buat menghubungi dia. Nomor kontaknya itu nomor Belanda, jadi tetep aktif meski dia udah balik ke Belanda. Ok Synthia, it was a nice thing to make a friend with you. Thank you.







READMORE - Saat Pempek Palembang Menyedot Perhatian Orang Belanda

Saturday, February 17, 2018

Khadijah Indonesia Sang Inspirator

Teteh Khadijah. Pertama kali mendengar nama ini, apa yang ada di pikiran sahabat?Macam-macam ya...yang pasti ke dua kata ini bukanlah kata yang asing di telinga.Teteh merupakan panggilan untuk saudara perempuan yang lebih tua dalam bahasa sunda. Sedang, Khadijah adalah salah satu istri rasulullah yang memiliki jiwa social yang tinggi, sama tingginya dengan jiwa bisnisnya. Lalu, kenapa dua kata ini disandingkan? Well, simpan dulu rasa penasaran sahabat!
Peggy Melati Sukma Khadijah. Kalau mendengar nama ini, kira-kira sahabat beropini apa?Saya yakin sahabat semua pasti berazam begini, "Wah, klo nama Peggy, aku kenal banget. Beliau itu artis multitalented yang popular dengan kata 'pusiiing' di film Gerhana (generasi millenial pasti tahu, hehe). Tapi kenapa dibelakang namanya disematkan Khadijah?"
Sejalan dengan kebingungan sahabat saya pun demikian, saat pertama kali membaca postingan di grup blogger muslimah. Bahwa akan diadakan meet up bareng Teteh Khadijah (Peggy Melati Sukma) dengan tema "Muslimah berdaya dan Menginspirasi". Nah..daripada bingung nggak jelas, mending saya langsung ikutan. Rasa penasaran akan terjawab, plus bisa ketemu temen-temen baru yang beberapa waktu belakangan hanya dikenal di dunia maya saja.


Dan cerita bermula di sini. Tepatnya hari sabtu, 10 February 2018 di gedung Permata Kuningan lt.7, jalan Kuningan Mulia Jakarta Selatan, Proxsis Consulting group office. Sebuah perusahaan consulting manajemen terpercaya nan experienced dalam membantu perusahaan nasional dan multinasional dalam mengembangkan perusahaan mereka melalui berbagai training. Tempatnya ok banget. Kalau sahabat pengen tau detail bisa langsung kepoin akun instagramnya @proxsisconsulting @itlearningcenter. Atau bisa juga datang ke lokasi biar nggak penasaran melulu dan bisa membuktikan sendiri pendapat saya (hehe..).


Ok. Di sini acara dipandu langsung oleh bunda Novia Syahida Rais selaku founder blogger muslimah. Pada kesempatan ini hadir juga Direktur Proxsis IT, ibu Veny Ferawati Nirmala Sari. Beliau memberikan respon positip terhadap kegiatan komunitas Blogger Muslimah (hidup blogger muslimah!!).
founder blogger muslimah, bunda Novia Syahida Rais


Direktur proxsis IT, ibu Veny Ferawati Nirmala Sari

Selama beberapa menit pertama suasana hening, tapi lambat laun gemuruh tawa menyelimuti ruangan ini, tepatnya ketika semua peserta (termasuk saya yah..) diminta mengingat nama peserta yang duduk bersebelahan sebelumnya. Wow, apa kabarnya yang paling ujung, hehe. Terbayang kan berapa nama yang harus diingatnya. Seru!! Perlahan keadaan ini memacu adrenalin.

suasana saat semua peserta diminta menyebut nama semua peserta yang hadir

Dan yang lebih memacu adrenalin lagi saat narasumber yang dinanti ini hadir dan menjawab serangkain pertanyaan dan kekepoan semua peserta. Tentu saja yang menjadi fokus peserta sekarang adalah sosok beliau saat ini.

Ok, let's start from her name, Khadija! Menurut teh Peggy, nama ini merupakan nama hijrah beliau setelah fokus mendalami islam.  Allah yang memberi ketetapan hati sehingga ada keterikatan dihatinya pada nama tersebut. Dan bila ditelisik lagi, ada beberapa kesamaan dirinya dengan sosok khadijah yang dikenal dengan jiwa sosialnya. Diantaranya aktivitas teh peggy yang  memiliki yayasan yang bergerak di bidang sosial jauh sebelum berhijrah. That's why, she choose this name. Namun menurut beliau, pilihan ini bukan berarti ia tak menghargai nama pemberian orangtuanya. Melainkan dia hanya ingin mendapatkan doa yang lebih baik.
Karena peggy sendiri berasal dari bahasa yunani kuno yang berarti mutiara yang terendam di dalam lautan. Sedang Melati, orang tuanya berharap meski posisinya rendah tapi tetap memberi aroma semerbak di sekelilingnya. Sementara sukma adalah nama sang ayah (bagus ya arti namanya. Kalau sahabat sendiri arti namanya apa?).
Semua pasti penasaran dengan hijrahnya seorang Peggy Melati Sukma. Nah sebelum membahas itu, ada point penting dari kata hijrah yang harus digarisbawahi. Menurut teh Peggy, hijrah itu bukan pencapaian melainkan perjalanan. Hijrah juga tidak mesti ditunggu kapan waktunya. Mengapa?karena kita adalah hijrah itu sendiri. Hal ini sejalan dengan proses penciptaan kita dimulai dari:

      Ruh hijrah menjad jasad, kemudian (Ruh+jasad bersatu di alam rahim), lalu Allah hijrahkan        ke dunia.

Di dunia kita melakukan perjalanan yang sangat singkat.  Kemudian Allah hijrahkan lagi kita ke
     alam barzah. Disini ruh dan jasad dipisahkan kembali. Ruh, kembali melakukan perjalanan. sedang jasad kembali ke tanah.

Uraian di atas jelas menggambarkan bahwa kita sebagai subjek dari hijrah. Hijrah itu berpindah. Berpindah yang seperti apa? Ya tentu saja, berpindah dari larangan Allah menuju perintah Allah. Bukankah jelas dikatakan dalam surat az zariyat:56

       "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

Lalu, bagaimana dengan kisah hijrahnya teh peggy?

Nah, ini dia segmen yang banyak ditunggu semua orang, termasuk saya. Melihat bahwa teh peggy merupakan salah satu public figure yang multitalented.
Ok. Menurut teh Peggy, proses hijrahnya ini erat kaitannya dengan beberapa tahap besar dalam hidupnya, yaitu:

1. Periode lahir sampai berumur 13 tahun
          Pada masa ini nilai-nilai ketauhidan sangat ditanamkan kedua orangtua beliau, misal kalau teteh pengen sesuatu sang ibu selalu mengajarkan agar minta sama Allah. Pokoknya, pendidikan islam harus menjadi prioritas.

2. Periode remaja sampai puncak karir
        Di usia 15 tahun, teh Peggy sudah bekerja secara profesional di dunia entertain. Karirnya menanjak begitu cepat, begitu banyak kemudahan yang beliau peroleh, seolah berada di jalan tol. Dunia sudah menariknya begitu kuat, sehingga fokusnya hanya pada hal duniawi. Mengetahui hal ini, kedua orang tua beliau mencoba terus mengingatkan dirinya, tapi karena hatinya sudah terikat pada dunia peringatan itu hanya angin lalu saja.

3.  Periode transisi
            Di masa ini, perlahan tapi pasti semua kemudahan, kesuksesan yang didapatnya mulai permisi satu per satu. Tentu saja hal ini membuat teh peggy shock dan bingung. Semua kebingungan ini membawanya kembali pada Allah. Allah sayang pada beliau. Banyak penolong yang Allah hadirkan, mulai dari doa sang ibu, sahabat, dakwah orang-orang saleh. "Karena sesungguhnya Allah tak pernah menutup pintu untuk kita, asal kita mendengar peringatan-Nya", ungkap beliau. Di titik inilah beliau menyadari bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Kalau hati tenang maka semuanya menjadi baik.

4. Periode hijrah
            Pada periode ini, beliau menjadi musafir pembelajar. Dari satu kajian ke kajian, dari taklim ke taklim, tak hanya di indonesia melainkan sampai ke luar negeri.  Nilai-nilai ketauhidan yang ditanamkan kedua orangtua di masa kecil dulu kembali merecall dirinya. Dan Subhanallah di masa hijrah beliau ini, dalam kurun waktu tiga tahun beliau telahkan mensyiarkan islam di dua puluh dua negara di dunia, termasuk misi Palestina, Suriah, benua Afrika, berbagai negara Eropa, juga Amerika Serikat. Padahal menurut beliau selama berkarir di dunia entertain dalam kurun waktu 21 tahun, beliau hanya mampu melewati 7 negara. Subhanallah!
Di Palestina, beliau membangun sekolah untuk anak-anak cacat, pabrik kecil untuk produksi pakaian yang dikelola oleh para janda syuhada, klinik yang memberi bantuan kaki tangan palsu untuk korban-korban kebrutalan zionis Israel, dan program lainnya.
Beliau  juga aktif di dunia literasi dan telah menulis 7 buku bernuansa Islami diantaranya : Kujemput Engkau di Sepertiga Malam ; Ya Rabbana Aku Ingin Pulang ; Kun Fayakun Menembus Palestina ; dll.

Di Indonesia, beliau mengelola program sosial berbasis syiar Islam yang fokus membumikan al Qur'an yaitu pelatihan baca al Qur'an gratis bagi kelompok muslimah di pelosok Indonesia. Program yang bekerjasama dengan Corps Dai Dompet Dhuafa ini  dalam tiga tahun telah memberi manfaat kepada lebih dari 10.000 muslimah. Tak berhenti disini, beliau  juga masih menjalankan proyek sosial-nya yaitu 99 Rumah Belajar AlQur'an Asmaul Husna Untuk Anak Indonesia, yang dalam 2 tahun sudah membangun 6 Rumah Qur'an di beberapa wilayah Indonesia.

November 2017, genap 4 tahun, Allah izinkan beliau berhijrah.

Bagaimana sahabat, mengharubirukah membacanya? Pastinya ya. Saya pribadi sangat kagum. Subhanallah.

Kisah inspiratif udah saya dapat, tapi bukan hanya itu ternyata meet up yang diadakan blogger muslimah ini juga memberi nilai plus lainnya. Mau tau?

Jadi begitu saya tiba di lantai 17 gedung proxsis, saya mendapat goodie bag yang isinya jilbab super keren dari shalira hijab. Kenapa keren?karena menurut saya beli satu jilbab ini setara dengan empat jilbab. Beli satu gratis tiga (hehe..). Jadi warna jilbabny beda di dua sisi, hitam dan abu-abu. So, makenya bisa full kedua warna tersebut bila dilipat merata kedua sisinya,artinya udah dua kali nih bisa dipakai. Dan yang ketiga, bisa dicombined kedua warna asal melipatnya nggak sama rata kedua sisinya. Nah ini ni, disini kita juga bisa pilih mau warna apa yang lebih dominan, hitam atau abu-abu. Tuh, kalau dihitung teknis memakainya bisa dua kali yah. Paket double hemat nihh. Satu jilbab bisa menghadirkan empat nuansa yang berbeda.



Selain itu saya juga dapat satu bros. Gratis loh semuanya. Kalau sahabat masih penasaran sama brand jilbab satu ini sahabat bisa pantengin akun instagramnya @rumah_hijabalsa. Sahabat juga bisa pilih-pilih gamis yang ok banget di instagramnya @shalirasyar.i. Atau mau pilih-pilih jilbabnya bisa juga, tinggal kepoin instagramnya @hijabalsakatalog. Insyaallah berkualitas ya produknya.

Di acara ini saya bersama peserta lainnya juga mendapat cake super enak dari Ahmah Cake Indonesia. Sebuah brand asal singapore yang  enak banget.  Outletnya bisa sahabat kunjungi di Kelapa Gading dan emporium pluit mall. Variannya banyak loh, mulai dari keju, pandan, coklat,  Kalau mau tahu lebih banyak bisa cek akun instagramnya @ahmacakeindonesia.

Sekedar info ya sahabat, Ahmah Cake sangat disukai di Singapore, Malaysia, Thailand, China dan Indonesia. Di lima negara ini telah terjual jutaan box. Ini tak lepas dari sisi plus brand yang satu ini, yaitu:
  1. Fresh, langsung dari oven
  2. Lembut dan lumer di mulut
  3. Dapat disajikan saat panas maupun dingin
  4. Porsi besar (bisa untuk 4 orang)
  5. Dan tentunya bisa disajikan setiap waktu ditemani secangkir kopi bersama sahabat dan keluarga.




Ok banget kan. Dan rasanya itu gak nahan lohh, buat kita nagih berulang kali. Beneran. Trust me, i have prove it!!


potongan ahmah cake yang saya cicip 

Bagaimana sahabat udah nggak penasaran lagi ya sama teteh khadijah? Pastinya ya..

Big thanks to Blogger Muslimah yang sudah menjembatani momen berharga ini, karena sejati setiap hal yang menginspirasi itu wajib diketahui orang banyak sehingga energi positipnya bisa terasa oleh semua orang. Semoga ke depannya akan ada event-event serupa yang bermanfaat bagi kita semua.


http://www.bloggermuslimah.id/blogger muslimah















READMORE - Khadijah Indonesia Sang Inspirator