Friday, March 28, 2014

?????

Bingung..., mau nulis apa???

tapi...jadi pengen cerita awal mula buat blog ini. Awalnya sih cuma buat pelampiasan atas apa yang aku rasa. Banyak kejadian dalam hidupku yang jujur aku juga gak mengerti, kenapa semua itu menimpaku. Aku seolah dihadapkan pada situasi yang bertolak belakang dari yang kuharapkan. Sedih, kecewa, pasti!!! tapi...mau bagaimana lagi, aku kan hanya manusia...manusia itu kan makhluk yang lemah. Setiap detik apapun bisa terjadi pada manusia, entah itu hal menyenangkan atau menyedihkan. Seperti itulah yang menghampiri hidupku.

Nah...akhirnya jadilah nama blogku ini, Inilah hidup. Yah...inilah hidup. Melalui kisah dalam hidupku, aku jadi mengerti hidup yang sesungguhnya. Jadi, ku pikir tak ada yang salah dari kata inilah hidup :)

Ternyata, belajar dari SD hingga perguruan tinggi tak cukup membekaliku dalam menjalani hidup. Justru bekal yang sesungguhnya aku dapatkan setelah 'menjalani hidup yang sesungguhnya'.

Lalu bila ada yang bertanya, apakah aku meyesal telah menghadapi itu semua? honestly, sama sekali tidak. Justru aku sangat bersyukur. Mungkin 'kulitnya" terkesan jelek, tapi setelah dibuka dan diresapi satu per satu aku jadi lebih bijaksana. Banyak hikmah yang aku petik dari semua peristiwa yang menghampiriku ini.
READMORE - ?????

Thursday, January 9, 2014

Ternyata

Ternyata untuk memulai suatu usaha itu tak perlu modal yang cukup besar. Dengan modal Rp 500.000, bisa juga memulai suatu usaha. Penasaran?? mungkin cerita di bawah ini bisa menjadi inspirasi (termasuk buatku juga ;)

 

Untuk memulai sebuah usaha, memang diperlukan berbagai macam ide kreatif, bukan hanya sebatas modal dan tenaga kerja yang banyak. Hal ini yang dipahami M Riza Rikiansyah, salah satu pendiri Nasi Liwet Instan Pandanwangi.

 

Bisnis pria asal Cianjur ini awalnya karena melihat potensi produksi beras yang melimpah serta kebiasaan 'ngeliwet' di daerah kelahirannya.

 

Kemudian, pada sekitar bulan Agustus 2013, dia memiliki ide mengemas nasi liwet ke dalam bentuk yang lebih praktis, tahan lama dan bisa dibawa kemana-mana.

 

"Kalau ngeliwet ini kan biasanya ribet karena harus banyak bumbu dan rempah yang harus disiapkan. Kita ingin membawa budaya makan liwet ini yang awalnya dari desa ke kota. Ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan atau diluar negeri yang bikin nasi liwet tetapi bingung membuatnya," ujarnya seperti dilansir Liputan6.com.

 

Riza menjelaskan, dalam kemasan atau box nasi liwet produksinya ini, berisi beras, minyak goreng, bumbu rempah-rempah, serta lauk sesuai dengan varian rasa.

 

Semua itu masih dalam keadaan mentah, namun hanya butuh satu kali proses memasak hingga dapat tersaji. Varian rasanya sendiri terdiri dari lima macam yaitu original, teri, cumi, jengkol dan ikan jambal dengan harga Rp 20 ribu per box.

 

Riza menceritakan, modal awal untuk membangun usaha ini sekitar Rp 500 ribu. Namun dari usahanya tersebut dia sudah dapat meraup omzet sebesar Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan.

 

Dalam sehari dia mampu memproduksi 500 box nasi liwet dengan jumlah karyawan saat ini sebanyak 5 orang.

 

Untuk bahan baku, setiap hari Riza membutuhkan paling tidak 200 kilogram (kg) beras, 15 kg bawang merah, 20 kg sereh, 15 kg bawang putih, serta 10 liter minyak goreng.

 

"Bahan baku seperti beras pandan wangi itu dari Cianjur sendiri, itu kita order ke pabrik beras yang ada di sana. Kalau bahan baku lainnya kita beli di pasar," ujar pria kelahiran 2 Juli 1990 ini.

 

Ketika awal menjual, Riza mengaku harus menawarkan produknya ini ke toko oleh-oleh di sekitar Cianjur. Namun kini dia lebih fokus menjual melalui pameran dan pemesanan via online karena semakin lama justru lebih banyak pemesanan secara langsung seperti itu.

 

Produknya ini sendiri telah banyak dibawa sebagai buah tangan seperti ke Jerman, Belanda dan Jepang. Sementara pemasaran di dalam negeri, penjualan masih berkisar di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

 

"Sebenarnya ada pemintaan langsung dari kedutaaan besar Indonesia di Iran, Arab Saudi dan Jepang tetapi untuk saat masih terkendala pada perizinannya yang masih dalam proses," tutur dia.

 

Hingga saat ini, secara total Riza telah menjual sekitar 25 ribu box nasi liwet produksinya.

 

Kedepan, dia bermimpi bisnisnya ini dapat berkembang. Dengan harapan perkembangan omzet ikut memberdayakan masyarakat di kampung halamannya, terutama para ibu rumah tangga yang ikut membantu dalam proses produksi Nasi Liwet Instran Pandanwangi produksinya. (as)

 

Sumber :  http://www.ciputraentrepreneurship.com/makanan/nasi-liwet-instan-ini-sukses-melanglang-buana-hingga-ke-mancanegara

READMORE - Ternyata

Wednesday, January 8, 2014

Passion

Terkadang aku pengen sekali melakukan sesuatu yang emang jadi passionku, sekaligus bisa menghasilkan income. Banyak tulisan di internet, media cetak dan media visual yang mengatakan bahwa sesuatu yang dilakukan sesuai dengan passion itu pasti membuat si pelaku bergairah, semangat. Nah, bagus sekali bila kegiatan ini diarahkan pada hal-hal produktif yang pada akhirnya mengasilkan income.

Hanya saja, tak semua orang bisa dengan jelas mengenali passionnya. Salah satunya aku. Sebenernya pengen sekali bisa buat usaha yang emang passionku. Tapi...ya, itu tadi mungkin aku harus lebih jeli mengenali diriku sendiri plus melihat peluang di sekitarku juga kali ya, biar nanti usaha yang kupilih bisa cepat berkembang.

Loh... kok jadi curhat ya??
hehehe...

Tapi...at least, dengan menuliskan apa  yang ada di pikiranku saat ini, aku jadi lebih lega, plong. Meski, belum ada jawabannya:)  Masalahnya, aku emang suka nulis, apapun yang aku rasa selalu ingin aku curahkan dalam bentuk tulisan, aku juga tak mengerti kok begitu ya???

(ya..iya klo tak suka menulis, tentu tak akan terpikir untuk buat blog ya??hehehe..)

READMORE - Passion

Tuesday, December 31, 2013

Welcome 2014

Akhirnya 2013 berakhir juga, it means the year 2013 is coming. Banyak harapan, cita-cita yang pastinya kita ancang-ancang di tahun baru ini.
Tapi........., banyak cita-cita bukan berarti melalaikan kita bahwa bertambahnya tahun di bumi ini sama saja dengan berkurangnya jatah usia kita di bumi (baca;di dunia). Sebagai muslim, saya percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Jadi...jangan semata-mata pasang target bukan kesuksesan dunia semata, pikirkan juga buat akhirat.

Ngomongnya udah kayak penceramah saja ya????
hehehe....


Sebenarnya tulisan ini lebih tepat buat mengingatkan diriku sendiri alias nyadar diri :)
Mudah-mudahan posting di hari terakhir tahun 2013 ini membuatku lebih aktif lagi menulis. Meski udah lama gak nulis, tapi keinginan buat nulis selalu, dan selalu ada.
READMORE - Welcome 2014

Thursday, May 2, 2013

^^

Setiap orang punya takdir masing-masing. Meski saudara kandung, tapi masalah rezeki, jodoh, bala dan maut tak bisa sama. Di sinilah, seharusnya tiap manusia menyadari bahwa dirinya itu lemah, dirinya itu di atur oleh Sang Pencipta, bukan mengatur:)

* Semoga mennginspirasi ya friends:)
READMORE - ^^

Sunday, March 3, 2013

Halo dunia

halo dunia..

lama tak posting, malam ini saya ingin berkata 'hi'

thanks buat komen yang sudah masuk, sorry to say baru sekarang bisa dipublikasikan, maklum baru dijenguk blognya:)

semoga tak kapok untuk berkunjung dan berkomentar di blog ini  *denganekspresimemelaspenuhharap

READMORE - Halo dunia

Tuesday, November 13, 2012

Aku menulis bukan untuk mengejar komen


Setelah lama tak meng up date posting di blogku, aku telah kehilangan sahabat blogger yang biasa berkomentar di setiap postingku. Agak aneh mulanya, tapi…aku sadar itu konsekuensi yang harus kuterima karena lama absen dari dunia blogging. *_^

Bagi teman bloggerku yang berkunjung ke blogku atau membaca posting-postingku yang ‘sepi komentar’, pasti agak heran.

Kok??

Aku yakin mungkin di benak mereka ada yang bertanya-tanya, kok aku tetap meng up date posting di blogku meski tak ada komentar yang masuk. (Hayo, ngaku…hehehe)

Simple sekali ^_^

Alasannya….

Karena aku menulis bukan untuk mengejar komentar, atau kunjungan. Bagiku menulis adalah pekerjaan hati. Aku melakukannya karena aku menyukainya, tak perduli apakah ada umpan balik atau tidak, tak perduli apakah ada yang menanggapinya atau tidak. Bagiku…dengan menulis aku ada.

Sampai kapan aku akan terus melakukannya..?

Biar waktu yang akan menjawabnya ^-^. Yang pasti aku merasa bahagia berbagi melalui tulisanku, meski sederhana dan pendek aku harap semua yang berkunjung dan membacanya dapat terinspirasi.
READMORE - Aku menulis bukan untuk mengejar komen