Monday, April 24, 2017

Orderan customerku

Akhirnya orderan tas rajut handmade warna merah marun rampung juga. Seneng rasanya klo yang order puas, no complaint at all. She is absolutely satisfy. Jadi aku berasa kreativitasku tak sia-sia (hehe..).

Trus bertambah senang lagi pas denger customerku ini mo order sandal rajut motif sisik buaya (crocodille stitch) kya pic di bawah ini, tapi warnanya marun juga, biar matching sama tasnya.

Ok dehh, pokoknya the first come, the first serve!

Salam,
aWZ
Ig.witri.zaini
Wa 089694361259

READMORE - Orderan customerku

Masih tentang kursus merajut

Sekarang ini teknologi sudah semakin canggih, hanya dengan satu klik saja kita bisa menjangkau banyak hal. Mulai dari informasi terupdate seluruh penjuru dunia, sampai dengan order transportasi online terkini, go jek contohnya. Bahkan dalam satu aplikasi go jek ini kita juga bisa memanfaatkan banyak kemudahan, go food diantaranya buat yang hobi makan dan maunya delivery saja ke tempatnya.

Makanya sayang sekali klo kita tak memanfaatkan kecanggihan teknologi ini untuk hal-hal positip. Apalagi sekarang yang namanya pengangguran itu buanyakk banget. Dan klo pun bekerja kebanyakan juga gajinya hanya UMR ato lebih sedikit dari UMR setempat. Itu artinya kita harus kreatif, memutar otak, mencari celah bagaimana caranya bisa mendapat penghasilan tambahan agar bisa survive dan hidup layak.

Dan mengembangkan hobi untuk bisa produktif menghasilkan pundi-pundi rupiah bagiku itu ide yang sangat efektif. Kenapa?karena yang namanya hobi pasti tak akan membuat kita berasa bekerja, justru sebaliknya kita merasa happy melakukannya.

Itulah yang belakangan aku lakukan, membuka kursus merajut online, jadi klo biasanya muridku yang datang kevrumah. Ini mereka cukup pantengi wa nya. Udah dehh, kita belajar merajut. Ya tentu saja ada media yang dipake seperti video, text, etc.

Ternyata banyak bener peminatnya bukan hanya wilayah jakarta dan sekitarnya,tapi juga merambah indonesia tengah khususnya kalimantan selatan. Seperti muridku ini (liat pic dibawah yaa).

Mau ikutan juga kursus merajut online?
Yuk follow ig. witri.zaini, wa 089694361259

Dijamin ok punyaa (insyaallah)

READMORE - Masih tentang kursus merajut

Thursday, April 20, 2017

Tips anti galau ala witri zaini

Menjalani kehidupan ini emang full of problems. Karena pada hakekatnya hidup itu sendiri, masalah fundamental apakah kelak kita ditempatkan di surgaNya, ato malah mendapat azab di nerakaNya. Iya kan, especially for us who is a moslem.

Tapi, kebanyakan dari kita belum sepenuhnya aware,  some times rutinitas duniawi membuat kita lebih fokus pada urusan dunia semata (termasuk saya juga yaa).

Dan berbicara tentang urusan dunia, wah..pastinya semua jadi blomba-lomba share kehidupan pribadinya yang notabene terlihat 'happy', mulai dari kehidupan keluarga, financial yg ok, tempat-tempat hanging out yang TOP BGT, keturunan yang success, mobil pribadi yang exclusive, ups.. and so on. Dan berbagai seksi dalam kehidupan pribadi yg emg disajikan buat konsumsi public.

Dan kadang klo posisi kita tidak ato belum pada posisi itu, kita jadi galau tingkat tinggi, sepertinya kita bukan makhluk yg disayang DIA. Wahh, jadi negative thinking sama Sang Pencipta klo begitu.

Mm..klo aku sih alhamdulilah gak sampe seperti itu bpikirnya. Aku tuh orangnya gak mau pusing sama orang lain, gak mau juga sibuk sama keadaan oran. Toh, aku juga punya cerita hidup sendiri, punya mimpi sendiri. Dan berbicara tentang mimpi, yakin dehh klo kita punya mimpi apa yang mau kita realisasikan di dunia ini dan tahu betul tujuan hidup kita di dunia plus selalu aktif menjalin komunikasi dengan DIA, kita gak akan galau, insyaallah!! Kenapa??karena kita fokus sama apa yang ingin kita raih, kita sibuk mengatur strategi terbaik buat mewujudkannya. Klo sudah begitu, apa iya masih punya waktu buat galau karena pemandangan 'happy' dari kehidupan orang lain?

Sepertinya gak kan. Kita tau apa yang kita mau, dan kita tau langkah apa yang harus kita ambil. Well, artinya memiliki 'tujuan' hidup itu penting, jadi waktu kita bisa produktif. Insyaallah, yang namanya galau bakal hengkang dari diri kita. Believe me, allah is by ourside.

Mm..ini sih gaya berpikirnya seorang witri, dan aku yakin setiap orang pasti memiliki sisi pandang sendiri tidak bisa disamaratakan. Am i right??

Azan ashar udah memanggil, dan akhirnya harus di sudahi dulu tulisan ini. Hehe, enough yaa..

*berpikirdanmenulismembuatjiwakitamenjadiberkembang

READMORE - Tips anti galau ala witri zaini

Monday, April 17, 2017

Belajar dari masa lalu

Tiap orang pasti punya masa lalu, dan ceritanya pasti ada yang indah dan yang kelam. Seberapa kelam masa lalu itu hanya yang bersangkutan yang tahu persis.

Whatever it is, believe me! God always give us a chance to make it better. Seberapa buruk masa itu, jangan pernah berlarut-larut di titik itu, belajarlah untuk bersyukur setahap demi setahap, tuhan selalu memberi lembaran putih setiap harinya hingga hidup kita berakhir.

Memang tak gampang, tapi kita harus belajar bisa. Insyaallah bisa!!

#edisibelumngantuktapikangenbuatnulis#

READMORE - Belajar dari masa lalu

Thursday, April 13, 2017

Kreasi rajut handmadeku

Bener klo ada bilang, bila kita punya usaha tak ada salahnya klo kita pake juga produk kita. Seperti yang aku alami ini, gara-gara pake tas rajut handmadeku, endingnya ada yang order tas rajutku itu.

Cuma bisa senyum sendiri, abis surprise juga klo begitu ceritanya. Artinya klo begitu harus sering sering pake produk buatan sendiri ya. At least, jadi sarana promosi yang tak disengaja dan disadari. Sambil menyelam minum air, bahasa simplenya.

Sama seperti mengelola blog ini, disamping mengaktualisasikan kesukaanku di dunia menulis, juga mempromosikan usaha rajutanku, mulai dari produknya sampai kursusnya.

Dan finally, aku jadi banyak sahabat juga, mulai dari yang muda sampai yang tua. Banyak sharing juga pengalaman hidup mereka. Menyenangkan sekali. Apalagi buka kursus merajut ini, jadi banyak kejadian tak terduga waktu jalaninya. Berusaha memahami karakter dan daya tangkap setiap orang yang absolutely different!!

Ok. Pesan terakhir, klo mo order tas rajut di pic ini bisa langsung wa 089694361259. (Ujung-ujungnya yaa).

Salam,
aWZ
Ig. Witri.zaini

READMORE - Kreasi rajut handmadeku

Buah kesabaran

Dapet cerita ini dari salah satu grup, sayang rasanya bila dibaca sendiri, makanya dishare di sini. Semoga bermanfaat.

Kisah Nyata Dari Tanah Arab
----
Ada sebuah energi yang luar biasa ketika beberapa hari yang lalu kudengar cerita dari beberapa sahabatku. Mereka berasal dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka Mesir, Afrika dan Saudi Arabia . Salah satunya adalah teman dari Sudan.
Aku mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu muslim kulit hitam yang juga bekerja di hotel ini. Beberapa bulan belakangan aku tak lagi melihatnya. Biasanya ia bekerja bersama pekerja lain menggarap proyek bangunan di tengah terik matahari kota Riyadh .
Hari itu Ammar tidak terlihat, karena penasaran, saya coba tanyakan kepada Iqbal .
“Oh kamu tidak tahu?” jawabnya balik bertanya dengan bahasa Inggris khas India.
“Iya, beberapa minggu ini dia tak terlihat di mushola.”
Selepas itu tanpa diduga Iqbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.
Ternyata Amar datang ke kota Riyadh lima tahun lalu. Ia datang ke negeri ini dengan tangan kosong, dan nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudan untuk mencari kehidupan di kota ini. Saudi Arabia memang memberikan free visa untuk negara negara Arab lainnya termasuk Sudan, maka Ammar bisa bebas mencari kerja disini asal punya pasport dan tiket.
Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat. Do’a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini demi keluarganya ternyata saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal bersa,a teman temannya. Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan. Ia tetap mencari kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.
Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat, bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir. Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di kota ini.
Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana kota yang garang, tapi amar tetap bertahan dalam kesabaran.
Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah, tapi di kota? Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing.
Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia, hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Di hampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Disini hanya terlihat kurma kurma yang berbuah satu kali dalam setahun..
Amar seperti terjerat di belantara kota ini. Pulang ke Sudan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya disana, itu tekadnya. Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya. Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan haus untuk raganya disini.
Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan dahaga dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.
Tapi Ammar pun manusia.
Di tahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, sudah lima tahun ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya tapi kehidupannya tidak kunjung berubah. Ia memutuskan untuk pulang ke Sudan, tekadnya telah bulat untuk kembali berkumpul dengan keluarganya di Sudan.
Saat itu ia tidak memiliki uang meski sebatas untuk tiket pulang. Ia terpaksa menceritakan keinginannya untuk pulang kepada teman2 terdekatnya. Dan salah satu teman baik Ammar memberinya sejumlah uang untuk membeli tiket ke Sudan.
Hari itu juga Ammar berpamitan pada teman2nya, ia pergi ke sebuah agen perjalanan di Olaya- Riyadh, untuk membeli tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini susah didapat karena konflik di Libya, negara tetangganya. Saat itu tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja.
Akhirnya ia membeli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan. Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya.Tadi pagi ia tidak sarapan , siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan keadaan itu.
Adzan dzuhur bergema, semua toko toko, supermarket, bank, dan kantor pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security kota berjaga jaga di luar kantor menunggu hingga waktu shalat berjamaah selesai. Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh. Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu, membasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air. Lalu ia masuk ke dalam mesjid, shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid. Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah.
Hanya disaat shalat itulah dia merasakan kesejukan, Ia merasakan terlepas dari beban dunia yang menghimpitnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit yang ia lalui.
Shalat telah selesai.
Ammar masih bingung kemana harus melangkah, sedangkan penerbangan masih seminggu lagi.
Dilihatnya beberapa mushaf Al Qur’an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengambil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan terus membaca al Qur’an hingga adzan ashar tiba menyapanya, selepas maghrib ia masih di sana. Akhirnya Ammar memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba.
Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya, seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota. Ia selalu mengumandangkan suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing. Adzannya memang khas, hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince (Putra Raja Saudi) di kota itu juga terpanggil untuk shalat subuh berjamaah disana. Adzan yang juga ia kumandangkan disetiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh.
Di tiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya. Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis, Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota.
Amar sudah duduk diruang tunggu bandara, tampaknya penerbangan sediikit tertunda. Ammar melamun dan kecemasan mulai menghantui dirinya. Ia harus pulang tanpa uang sedikitpun, padahal lima tahun ia terus bekerja keras.
Namun ia memahami, inilah kehidupan dan dunia hanyalah persinggahan sementara. Ia tidak pernah ingin mencemari kedekatannya dengan Penggenggam Alam semesta dengan mengeluh. Ia tetap berjalan walau tertatih memenuhi kewajiban sebagai Hamba Allah, dan sebagai imam dalam keluarganya.
Tiba tiba dari speaker bandara terdengar suara memanggil namanya. Belum hilang rasa terkejutnya, tiba2 datang sekelompok orang berbadan tegap menghampirinya. Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata “Prince memanggilmu”. Ammar semakin bingung ada apa Prince memanggilnya?
Kerajaan Saudi memiliki banyak Prince dan Princess (Putra dan Putri Kerajaan) , mereka tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini dan tinggal di istana masing masing.
Setiap kali Ammar adzan Prince selalu bangun dan merasa terpanggil untuk sholat. Hingga suatu hari suara Ammar beradzan tak terdengar lagi . Prince merasa kehilangan dan saat mengetahui bahwa sang muadzin pulang kenegerinya. dia langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar .
Ammar sudah tiba di istana dan Prince menyambutnya dengan ramah sambil menanyakan mengapa Ammar ingin kembali ke negerinya. Lalu ia mulai bercerita bahwa sudah lima tahun bekerja di kota Riyadh tapi tak pernah mendapatkan kesempatan kerja yang tetap serta gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya di Sudan.
Prince mengangguk nganguk dan bertanya:
“Berapakah gajimu dalam satu bulan?”
Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji berbulan bulan. Prince memakluminya, lalu beliau bertanya lagi:
“Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu terima ?”
Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun ini.
“Alhamdulilah, SR 1.400 “, jawab Ammar.
Prince langsung memerintahkan bendahara untuk menghitung 1.400 Real dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (84 Ribu Real = Rp. 184. 800.000). Lalu Prince menyerahkan uang tersebut kepada Ammar.
Tubuh Amar gemetar melihat keajaiban dihadapannya, belum selesai bibir mengucapkan Al Hamdalah, Prince menghampiri dan memeluknya seraya berkata:
“Aku tahu cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan. Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini, lalu kembalilah setelah 3 bulan. Saya siapkan tiket untuk kamu dan keluargamu kembali ke kota Riyadh. Jadilah Bilal di masjidku dan hiduplah bersama kami di Palace ini.“
Ammar tak dapat menahan air matanya, ia bukan terharu karena menerima sejumlah uang walau uang itu sangat besar artinya bagi keluarganya yang miskin. Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikan hambanya, kesabaran selama lima tahun berakhir dengan indah.Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan Ammar.
Semua berubah dalam sekejap, lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar. tapi nothing imposible for Allah, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak.
Ini kisah nyata yang tokohnya masih berada di kota Riyadh, saat ini Ammar hidup cukup di sebuah rumah di dalam istana milik Prince. Ammar dianugerahi Allah hidup yang baik didunia, menjabat sebagai Muadzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.
Subhanallah….seperti itulah buah dari kesabaran.
“Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya.
Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya”. (NAI)
وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
”Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Al Fushilat 35)
Allahu akbar! Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya.
Kisah nyata yang memberi pelajaran pada kita semua. Insya Allah yg terbaik akan diberikan Allah pada mereka yang berdoa dengan ikhlas dan sabar

READMORE - Buah kesabaran

Wednesday, April 12, 2017

Sandal sepatu rajut motif songket

Aku tuh paling suka klo buat sandal ato sepatu rajut. Kenapa?karena ini produk full rajut tanpa harus bersentuhan dengan jahit menjahit. Emang kenapa klo ada edisi jahit menjahit?begini ya, aku ini ngerjain rajutan karena hobi. Dan semuanya full otodidak. Jujur..aku bukan tipical cewek yang sangat menggemari aktivitas "cewek" begini, beruntung saja aku punya passion di dunia merajut, jadi ya.. bisa dibilang cewek banget. Padahal.. tau dehh.

Dan menjahit itu sesuatu deh buat seorang witri. Manalah aku bisa (upss..). Makanya lebih suka ngerjain sandal sepatu rajut. Di samping itu, aku juga emang suka kecewa pas beli sandal sepatu, baru juga dipake beberapa kali, kulitnya udah ngelupas begitu. Padahal hargany lumayan lohh. Dan beberapa ada yang branded pula (ngelus dada..)

Dan..klo disuruh spesifik lagi, aku tipical orang yang suka pake sandal. Intinya yang terbuka. Lebih nyaman sih. Makanya pas menekuni hobi merajut ini jadi bereksperimen beberapa motif versi aku sendiri (hehe..udah kya desainer jadinya).

Karena aku orang palembang jadinya beberapa waktu belakangan lebih care sama kain songket khas palembang. Jadi ceritanya gambar songket yang ada di rumah aku foto, trus aku coba buat pola tapestrynya. Baru deh di aplikasikan ke sandal sepatu yang mau dirajut.

Contohnya seperti pic di bawah ini. Klo buat sandal yang ungu ini, full tapestry. Sementara buat sepatu merah ini, awalny sepatu dirajut dulu pake benang warna merah, nah sebelum finishing baru deh ngerjain sulam kruistiknya. Ribet banget ternyata, kerjanya dua kali beda dengan tapestry (secara baru pertama kali bereksperimen sama jenis sulam yang satu ini. Emang ada berapa sulam?nah itu dia, aku juga belum terlalu ngehh. Hehe..maklum learning by doing, no courses).

Mm..pengen punya salah satu ato salah dua kreasi ini?gampang.. tinggal wa 089694361259 (Full smile and hope).

Salam,
aWZ craft
Ig. Witri.zaini

READMORE - Sandal sepatu rajut motif songket