Friday, January 19, 2018

Kisah Nafsu Tersembunyi

Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak. Beliau bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah.
Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain.
Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku.
Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: "Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya.
Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

“Tuanku, anak yatim ini belum makan,
Tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit.
Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan.”

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat.
Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku.
“Ambillah, beri dia makan”, kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

🍂 Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah.
Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.

“Hei, Abu Muhammad...! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?”, tanyanya.

“Subhanallah....!”, jawabku kaget. “Dari mana datangnya?”

“Tadi ada pria datang dari Khurasan.
Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya.
Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta,” ujarnya.

“Terus?”, tanyaku keheranan.

“Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini.
Kawan ayahmu.
Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun.
Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan.
Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik.,
Bisnisnya melejit sukses.
Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis.
Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya.”

🍃 Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:

“Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku.
Sebagai bentuk syukur. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi.
Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan dan berbagai bentuk amal salih.
Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku.
Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan.
Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

🌒 Suatu malam, aku tidur dan bermimpi. Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk danberbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar.
Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.

_Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan, sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain. _
Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku..!

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai.
Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya aku.
Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI.
Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. ?
Semua itu membuat amalku tak berharga. ?
Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.

Aku putus asa.

Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, “Masihkah orang ini punya amal baik?”

“Masih...”, jawab suara lain. “Masih tersisa ini.”

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa? Aku berusaha melihatnya.

Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku...
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi-jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun. Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku.
Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai-sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku.

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku.
Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah.
Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku.
Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat.
Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, “Orang ini selamat dari siksa neraka..!”

Subhanallah

Sahabat-sahabatku tercinta...
Masih adakah terselip dalam hati kita nafsu ingin dilihat hebat oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita..?

Semoga aktivitas kita membawa
kesuksesan dunia n akhirat
Senantiasa Keberkahan serta Ridha Allah
Subhanana Wa'taala selalu menyertai kita Semua ...

Aamiin ... Allahumma aamiin

📬 Reposted by Group WA *_DA'WATUNAA_* Kajian Syi'ar Islam
Join with us: 083833229442

https://chat.whatsapp.com/499jaH07iX91BCXUvj7RQr

READMORE - Kisah Nafsu Tersembunyi

Thursday, January 18, 2018

Sandal Rajut Handmade


Saya itu tipical orang yang suka sama warna-warna yang cerah, seperti merah. Saya juga suka sekali sama sandal yang klo dipake di kaki nyaman. Ga buat kaki jadi beraroma tak sedap. Makanya jadi klo buat sandal ato sepatu sandal jadi minim penutup (hehe..bahasanya), selalu ada saja bagian yang terbuka, biar udaranya masuk (hehe..).

Makanya setelah beberapa waktu mencoba buat sandal rajut jadinya seperti gambar di bawah. Bener-bener terbuka dan warnanya juga maroon. Dan..ini handmade. Cuma bisa diorder di aWZ craft, wa 089694361259. Atau klo mau liat karya saya yang lain bisa cek ig.witri.zaini.

Salam,
aWZ

READMORE - Sandal Rajut Handmade

Monday, January 15, 2018

Cover tisu rajut

Dulu sih awal-awal merajut, aku suka sama motif crocodile stitch. Bagiku ini motif keren banget, trus klo tarikan benangnya kecil jadinya seperti sisik ikan. Ok banget.

Jadi ceritanya nih aku buat cover tisu rajut motif crocodiles stitch. Ini pure kreasiku. Bisa polos bisa juga di combine pake dua warna. Dan ukurannya juga bisa disesuaikan sama yang order.

Kebanyakan sih ordernya seukuran buat do mobil ato meja kerja. Oya, orderan pertama itu dari pegawai angkasa pura 2 jakarta. Trus,repeat order juga. Yang pertama sekali warna pink combine soft pink dan pictnya juga directly dari yang order. Lalu, warna biru combine cream(pictny juga dari yg order), kuning combine cream, hitam combine abu-abu.

Liat di bawah ya pictnya. Klo mau liat koleksi lainnya bisa cek ig.witri.zaini, wa 089694361259.

Salam,
aWZ

READMORE - Cover tisu rajut

Ini ceritaku

Semenjak move ke tangerang, go jek jadi kendaraan wajibku. Sebenernya kangens sih nyetir sendiri, bisa dengerin smart fm, full ac, tapi ya.. go jek juga pake ac alam, plus bisa juga inject mp4 playerku ato headseat buat android klo mau denger radio, hehe.

Berbicara pengalaman naek go jek, aku paling suka klo si abang ramah, trus selama perjalanan ngajak ngobrol, betah jadinya, tak terasa udah nyampe.

Paling gak sukanya itu, klo si abang bete mukanya, trus klo kirim pesan harus collect sms, dan..hal2 yang tak berkenan lainnya. Tapi, dont worry buat si abang, so far aku gak pernah kasih komen buruk di aplikasinya, pasti selalu aku kasih awesome. Kenapa?karena yah aku coba ngertiin juga background mereka, mungkin lagi riwehh, rumitt makanya jadi begitu. Trus kasian juga klo sampe kena black list.

Hampir lupa, aku juga pernah naek grab car jam 10 lewat (malem nih ceritanya, tapi gak sendiri pastiny), dari jaktim ke tangerang. Alhamdulilah abang grabny friendly, jadi sepanjang jalan ngrobrol. Ternyata wawasan si abang grab lumayan juga, diajak ngobrol apapun nyambung. Hehe.

Iseng pengen nulis ceritanya. Ok dehh. Enough yaa.

READMORE - Ini ceritaku

Sepatu Sandal Rajut Rope

Sepatu plus sandal pastinya jadi barang wajib buat cewek. Dan yang namanya cewek tentunya dekat sama fashion. Iyaa kan? Hayoo ngaku...

Dulu sih aku suka banget beli sandal yang pasti banyak talinya. Kesannya itu agak gimana gitu. Ada yang bilang ribet pakenya wit, inilah, itulah.. blablabla. Ok. For me no problems. Yang penting comfort.

Klo dulu toko langganan di palembang, di idaman, apple green (dulu masih d lantai 1 IP, produk yg djual terbatas dan branded pula, ex: buccheri. Tp skg sepertinya udah gak dehh, pas ke situ, bukan apple green lagi).

Daann..masalah dateng, pas itu sandal ato sepatu lecetlah, padahal pakenya juga baru beberapa kali. Mungkin akunya yang kurang apik merawat barang (ehem..). Sayang sih sebenernya, harganya jg lumayan mehong, eh..gitu deh jadinya.

Nah, belakangan aku suka merajut. Aku pikir seni merajut itu luar biasa. Meski dikerjakan oleh orang yang sama, metode yang sama, insyaallah hasilnya pasti sedikit berbeda. Tergantung tarikan tangan saat pengerjaan. Berangkat dari kesukaan pada rajutan, aku coba aplikasikan seni ini pada sepatu sandal yang tentu saja konsepnya pake tali-tali plus warna-warna yang bright. Biar semangat memakainya. Seperti magenta, pink, tulip, orange, etc.

Oya..aku juga coba buatnya seperti keluaran pabrikan. Jadi rajutannya dibuat terpisah, bukan dirajut langsung pada solnya. Trus dibuat innernya juga, pake lem yang harganya lumayan merogoh kantung dalem-dalem. Karena buatku kualitas itu harus yang utama even produknya handmade. Berharap sekali apa yang kulakukan bisa memberi kepuasan buat customer dan buyerku.

Dan.. sampe detik ini aku juga masih terus belajar. Maklumlah, aku bukan alumnus ikj, atau arts atau sekolah atau kursus khusus persepatuan, aku cuma mencoba menjalani apa yang membuatku bahagia. Dan sejauh ini semuanya fine. Jadi mikir juga sih, kenapa dulu gak ambil seni, hehe. Tapi yahh.. pastinya ini jalan terbaik dari DIA.

Klo mau liat hasil kreasi sepatu sandal rajutku tinggal menengok ke bawah ini (apa cobaaa...). Atau bisa juga follow ig. witri.zaini atau bisa kontak wa 089694361259.

Salam,
aWZ

READMORE - Sepatu Sandal Rajut Rope

Wednesday, November 22, 2017

Kreasi murid online ku

Hal yang terindah yang didapat seorang guru, manakala ia mengetahui ilmu yang diajarkannya berhasil ditransfer dengan baik. Indikatornya adalah, si murid bisa membuat kreasi dari kursus yang diikutinya.

Dan, saya pun merasa demikian. Ada beberapa yang udah saya posting di blog ini, instagram,  juga bbm. Dann...special pada kesempatan ini saya mau share kreasi rajut murid onlineku dari surabaya. Kece banget dahh klo menurut saya.

Bilangnya si mb, dia baru paham dikit cara baca pola rajutnya (ini jadi salah satu materi di kursus rajut online yg saya buat). Wow... paham dikit aja udah se ok ini, apalagi klo paham buanyakk ya. Si mb terlalu merendah. Padahal karyanya ok bangetss. Ga percaya?? Tuhh..liat gambarnya di bawah ini yaa.

Ok. Sekian dulu dari saya,
Salam,
aWZ
Wa 089694361259
Ig. Witri.zaini

READMORE - Kreasi murid online ku

Wednesday, November 15, 2017

Hobi

Semua bermula dari hobi, pastinya itu benang merah beberapa aktivitas yg aku tekuni belakangan ini. Membaca, menulis dan merajut.

Dari kecil emang aku suka sekali membaca komik, inget bener satu komik kecilku (saking kecilnya bisa dikantongin lohh) yang pertama sekali judulnya 'si gadis penakut' yang ditulis oleh enid blyton. Dulu tu ya yang namanya enid blyton itu sangat popular di kalangan kita. Apalagi buat anak-anak sekolah dasar xaverius (include saya yaa..).

Seiring bertambahnya waktu, buku bacaan favoritku melebar (sayap kali yaa..), mulai dari serial detektif, ballet (inget banget dulu sampe koleksi serial marry chan),lupus, tiga sekawan. Nah semakin dewasa jadi bacaanku gak meluku komik, mulailah suka buku motivasi, relegi, ekonomi, social, dan semuan tulisan yang bermanfaat plus tokoh-tokoh yang inspiratif (malah kakakku itu yaa sampe pny koleksi tokoh pejuang nasional semisal jendral ahmad yani, yg bukunya super tebel itu. Klo aku mah gak sebegitunya, mslhnya gak sanggup klo harus baca buku setebel gitu).

Nahh, karena suka baca, jadilah kosakatanya seabrek (insyaaallah..), makanya jadi bisa nulis. Cocok kan punya blog jadiny. Sepertinya banyak hal yang pengen ditulis, cuma kadang waktunya saja yang suka gak klop (alasan..).

Dan karena bisa nulis, jadilah buat iklan kursus merajut di media tulis. Mulailah proses editing biar hasil selebarannya menarik. Trus sekarang mulai memanfaatkan hal-hal yang berbau digital, yang kata orang punya multiplier effect yang luarrr biasa, insyaallah.

Dan sekarang.. buat sekolah yang pengen buka ekskul merajut, insyaallah saya bisa bantu jadi tentornya ( ehemm..). Boleh kan sharing ilmunya gak melulu buat public, tapi juga buat generasi penerus, siapa tau di antara mereka ada yang punya passion di bidang itu, trus endingnya bisa punya perusahaan go international. Kenapa harus go international?karena handmade buat foreigner itu valuable, sangaatt. Dan tentunya berbanding terbalik di negeri ini (l'm sorry to say..).

Ok dehh, moodnya malem ini cuma sampe sini. See you on my next writing.

Salam,
aWZ
Wa 089694361259
Ig witri.zaini


READMORE - Hobi