Terkadang hidup tak
selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Itulah yang pernah aku rasakan
dan aku yakin setiap manusia pasti pernah mengalaminya. Tapi..jangan buru-buru
buruk sangka pada-Nya, karena ALLAH itu Maha Tau. Dia tahu yang terbaik buat
hambaNya.
Coba kita review ke
peristiwa lalu yang mulanya kita anggap ’bencana’, sekarang setelah semua
terlalu berlalu kita bisa mengatakan ‘o..untung waktu itu…’.
See..ternyata hikmah
yang terkandung di dalamnya sangat berarti bukan. Begitulah hidup, selalu ada
hikmah atas apapun yang menimpa kita. Yang pasti Allah itu Maha segalanya. Jangan
pernah lelah untuk meminta, jangan pernah lelah untuk berdoa, karena Allah
sangat suka pada hambaNya yang selalu meminta padaNya.
Menonton tayangan-tayangan
relegius di televisi bisa membuat kita semakin mengerti akan islam, membuat
kita semakin mengenal Dia, yang telah menciptakan kita dan alam semesta ini. Bila
Allah dengan kun fa yakun Nya bisa menciptakan diri kita dan semua hal di alam ini,
lalu mengapa kita tak selalu mendekat padaNya dan meminta semua hal yang kita
butuhkan..
Mm..semoga tulisansederhana ini bisa bermanfaat (khususnya buat
diriku sendiri).
*tiba-tiba lagi pengen
nulis friends^-^. Good Night!
Aku pengen nulis…rindu sekali untuk
selalu nulis, up date posting blogku. Abis emang aku tuh orangnya suka sekali
corat-coret. Sempet ngirim tulisan juga ke salah satu publisher, tapi belum ada
kabarnya (mudah-mudahan nanti kabarnya sesuai yang diharapkan ya…aamiinnn).
Kamu
tahu???
Kemarin aku nonton Kickandy, dan
temanya…tentang anak-anak yang sejak lahir hingga puluhan tahun tak mengenal
ibu kandungnya. Sedih sekali nontonnya, mataku sampe berkaca-kaca nontonnya.
Nggak kebayang rasanya klo aku berada di posisi mereka. sejak lahir diasuh sama
orang lain, terus baru sekitar usia 20 tahun atau 30 tahun atau bahkan 54 tahun
baru tahu klo ternyata orang yang mengasuhku itu bukan orang tua kandungku. Wah…apa
rasanya ya?? Tapi..itulah kisah yang diangkat oleh Kick Andy.
Bahkan yang lebih menyedihkan lagi
ada yang sampai sekarang setelah ke sana kemari mencari info tentang orangtua
kandungnya belum juga bertemu dengan sosok yang membuat mereka ‘ada’ di dunia
ini. Ada yang sempat bertemu, tapi…tak berapa lama berkasih-kasihan dengan
sosok ibu yang melahirkan mereka, Yang Maha Kuasa memanggil sosok tersebut
(sedih).
Ada yang malah tak sempat bertemu sama sekali dengan ibu kandungnya, yang
mereka temui hanya ‘pusara ibundanya’. Mm..seperti sinetron jadinya. Tapi ini
kisah nyata!
Menonton kisah ini, aku jadi
bersyukur memiliki orangtua. Banyak anak-anak yang mendambakan sentuhan kasih
sayang dari orangtua mereka. Dan aku….aku sudah memiliki itu. Thanks God.
I
love you Mom, I love you Dad. Maaf bila aku terkadang suka membuat kalian
sedih. Maafkan atas semua kesalahanku!
Bagiku
my family is everything.. keluargaku adalah segalanya. Dalam keluarga aku bisa
share apapun tanpa pernah takut untuk dikhianati. Kita semua tahu… cinta
seorang ibu tak akan bisa digantikan oleh apapun, sampe ada kalimat “ Surga itu
ada di telapak kaki IBU.”
Oya..aku
jadi inget sama sinetron KELUARGA
CEMARA, yang aku inget itu sinetron diputar waktu aku duduk di kelas 2 SMA,
sekitar tahun 1999 begitu. Sinetronnya bagus, ada nilai edukasinya trus juga
sangat mendidik, lebih mendekati realita di sekitar kita. Tak ada kekerasan,
tak ada kemewahan, ya..that’s real!!! Aku juga suka soundtracknya. Lagunya bikin
terhenyuh.
Mendengarkan lagu yang
sarat makna, bisa melembutkan hati. Salah satunya lagu Mas Ebiet.G Ade yang
sangat syahdu. Beberapa kali didengar dan diresapi maknanya bisa membuat kita
merenung beberapa saat. Merenung hakikat keberadaan kita di dunia ini.
Kian hari umurku di
dunia kian bertambah, tapi sesungguhnya jatah usiaku kianberkurang. Banyak hikmah yang aku dapat dalam
perjalanan hidupku, entah itu berupa tawa atau airmata. Tak hanya itu, berbagai
kisah orang-orang di sekelilingku juga cukup memberikan hikmah bagiku.
Orang-orang
hebat pasti punya cerita sendiri. Mereka membaginya dengan harapan semua pendengarnya
bisa mengambil hikmah positip dari kisah mereka. Salah satunya seperti kisah
seorang bapak yang memulai karir sebagai officeboy di sebuah bank swasta yang
cukup terkenal di negeri ini. Si bapak (sorry, aku lupa namanya, yang pasti
beliau asli Kediri) membagi cerita hidupnya pada sebuah acara yang sungguh menjadi favoritku (semoga sobat semua juga ya),
yaitu chatting with YM di anteve.
Kisah sukses Bapak yang akhirnya menduduki posisi sebagai
vice president di bank yang cukup bergengsi di negeri ini sangat menyentuh
hati. Dari kerasnya perjuangan hidup yang ia jalani, ia sendiri dapat mengambil
kesimpulan atas kejadian ‘istimewa’ yang dialaminya. Aku masih ingat sekali
kalimat yang beliau ucapkan.
Menurutnya
1.Bila kelak aku menjadi orang sukses, aku
akan dekat dengan orang kecil. Karena dekat dengan orang kecil membuatku
menjadi besar. Beliau ingat sekali saat ia terjerembab ke sebuh parit akibat
uang hasil jualan sandalnya dipalaki oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab,
hanya ‘orang kecil’ yang menolongnya. Ibu-ibu tukang sayur yang memapahnya
keluar dari parit. Tak ada ‘orang besar’ yang sudi menolongnya kala itu.
2.Kala itu ada sebuah kaki yang dengan
sengaja menginjaknya. Bukannya ingin menolongnya dirinya yang saat itu
tertatih-tatih bangun dari jatuhnya. Beliau selalu merekam sebuah kaki yang berbalut
sepatuh mewah yang menginjaknya. Ya...katanya kelak klo aku jadi ‘orang besar’
aku akan gunakan kakiku untuk menolong orang kecil bukan malah menginjak
mereka.
Aku yang menonton acara
itu sangat terharu dengan perkataan beliau, apalagi beliau bercerita dengan
mata berkaca-kaca. Aku mendengarnya saja terharu, apalagi beliau yang mengalami
langsung kejadian ‘istimewa’ tersebut.
Walhasil saat beliau menjadi orang sukses kini beliau
menjadi perintis sedekah untuk para dhuafa. Subhanallah…aku sangat terharu
dengan kisah ini. Sungguh jarang orang yang mampu bersikap seperti beliau. Kebanyakan
yang ada sekarang, saat kesuksesan menjadi milik seseorang, mereka seperti
kacang lupa kulitnya (esp. buat mereka yang pada awalnya memang dari golongan
ekonomi lemah, saat berada di puncak mereka seakan lupa). Kesuksesan itu menjadi
alat bagi dirinya untuk berlaku angkuh, dan jujur…hal ini beberapa kali kutemui
di lingkungan terdekatku, bahkan dari keluarga besarku (Maaf, bukan maksud
untuk menjelekan mereka, aku hanya berusaha mengungkapkan realita yang ada di
sekitarku).
Aku pikir…semua orang yang mengalami
perubahan drastis dalam hidup mereka rata-rata pasti angkuh, seakan lupa diri. Meski
demikian, realitanya….masih ada orang-orang yang berhati mulia seperti bapak
yang aku ceritakan kisahnya di atas. Aku yakin Allah pasti akan selalu ridho
pada orang-orang seperti beliau. Sebuah kalimat yang diucapkan oleh beliau yang
selalu berdengung di telingaku, “Kita akan menjadi orang besar bila kita
berdekatan dengan orang-orang kecil”. Benar sekali memang. Bukankah dengan
bersedekah kepada mereka, Allah pasti akan menggantinyaJ.
Buktinya kisah beliau. Sampe sekarang kehidupannya sangat mapan, meski beliau
telah pension. Dan tak sampai disitu kebaikan
yang beliau tabur. Saat ini beliau juga dengan ikhlas mengajak anak-anak malang,
bahkan (maaf) ada yang cacat mental, untuk tinggal satu atap dengan beliau. Mm…pantas
saja Allah memberkahi keluarga beliauJ
Semoga kisah singkat
ini bisa menginspirasi kita semua (termasuk aku sendiriJ).
Maafkan bila ada kata atau kalimat yang kurang berkenan. Maklum, aku manusia
yang penuh dengan khilaf.
Aku jatuh cinta sekali sama lagu ini. Penyanyi favoritku,
Maherzain. Tapi sekali ini dia duet sama Irfan Makki. Lagunya itu asyik sekali.
Pake dua bahasa, satu bahasa inggris trus satunya klo menurutku bahasa India.
Bukan hanya itu musiknya itu enjoy banget. Lagunya relegius
tapi bawaannya pengen nge-dance;)
Jujur…aku suka sekali sama lagu ini. Berulangkali aku
dengerinnya tapi sama sekali nggak bosen.
Klo inspirasi sudah
datang, rasanya bila tak disegerakan hati jadi tak nyaman. Ingin sekali
mencurahkan isi hati ini melalui blog pribadiku ini. Sekedar sharing, berbagi
inspirasi. Karena berbagi itu indah. Hidup kita berasa akan berharga bila kita
bisa berbagi. Meski hanya satu dua kalimat, at least sudah sharing ya.
Malam ini terharu
sekali sama lagu Mas opick. Coba dengerinnya pake hati! Airmata bisa keluar
dengan sendirinya friends. Bukan maksudku untuk membuatmu menangis:),
tapi…pesan tersirat dari lagu ini luar biasa. Semoga bisa mencerahkan!
Klo kita menjernihkan hati dan pikiran, maka kita akan sadar
bahwa sesungguhnya janji Allah itu benar. Jujur, aku telah beberapa kali
mengalami keajaiban dari sedekah. Dan ini adalah satu dari beberapa kisah
nyataku.
Sabtu pagi aku pengen jalan-jalan ke IP Palembang. Perginya
sendiri, dan selama di bus aku duduk tepat di posisi kanan bus, seperti biasa deket
jendela, abis aku emang seneng tempat tersebut, banyak anginnya. Jadi nggak pengap:). Dan pagi itu tiba-tiba ada seorang
bapak yang cukup tua, taksiranku usianya sekitar lima puluhan. Kulitnya hitam
legam, kerut-kerut di kulitnya membuatku yakin klo si bapak pasti bekerja keras
untuk hidupnya.
Aku sama si bapak emang tak saling sapa. Aku pun baru sadar klo
beliau duduk disebelahku. Memang aku suka begitu, nggak terlalu perhatian kiri
kanan, tau-tau udah ada si bapak yang duduk di sebelahku.
Aku memandangi wajah si bapak, yang tangan kanannya
menggenggam uang dua ribuan. Aku juga ingat klo si kenek bus belum menagih
ongkosku. Tiba saat si kenek menagih, tiba-tiba hati nuraniku terketuk untuk
membayari si bapak di sebelahku ini.
“Biar ini
saja Pak.” Kataku spontan.
Si bapak
bengong namun tak urung ia menurut saja.
“Dua ya.”
Kataku pada si kenek bus sambil memberi uang lima ribuan.
Selama perjalanan aku sempet berbincang beberapa saat sama si
bapak. Yang pasti tujuan si bapak rumah sakit charitas Palembang. Setelah itu
tak berapa lama akupun turun di IP.
Lumayan lama sabtu itu aku habiskan waktuku berkeliling,
hingga tak kusadari hari mulai sore. Aku pun memutuskan untuk pulang. Karena rumahku
itu harus naek becak lagi. Makanya aku jadi tak asing lagi pada kendaraan
beroda tiga ini, malah di kompleksku mulai berjamuran yang namanya becak motor:)
Dan..pada saat aku akan membayar, si abang becak tak punya
kembalian.
“Ya udah,
sebentar ya Pak.” Kataku memintanya menunggu.
Aku pun masuk ke rumah meminta uang ribuan pada papaku. Waktunya
aku rasakan sebentar sekali. Saat aku keluar aku dapati si abang sudah tak ada
lagi. Kakiku bergegas mencarinya ke sana kemari, berharap aku menemukannya. Tapi ternyata emang
nggak ada lagi.
Aku tunggu beberapa lamanya, klo-klo si abang balik lagi
meminta ongkos becaknya. Namun ternyata aku salah, si abang tak kembali lagi. Aku
merenung sejenak. Melihat kejadian ini dengan hati. Hati kecilku seakan berkata
inilah balasan atas sedekah yang kulakukan. Tadi pagi aku membayari ongkos bus bapak
yang duduk di sebelahku, Subhanallah.…sorenya, Allah langsung menggratiskan
ongkos becakku.
Semoga kisahnyataku ini bisa memberi motivasi positip buat
sahabat semua. Sungguh tak rugi kita bersedekah! Dan insyaallah aku tak berniat
riya atas apa yang kulakukan. Hanya berbagi pada sobat semua:)
Maaf bila ada yang salah dari tulisan singkatku, maklum aku
hanya manusia yang mencoba mengurai pesan tersirat atas apa yang aku alami.