Kesulitan dan kelapangan adalah dua sisi yang selalu diujikan oleh-Nya pada setiap dari kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. ‘Kesulitan’ ini fenomenanya selalu membuat hamba-Nya dekat pada kebaikan. Maklum, ketika mendapat kesulitan, tiap hamba-Nya selalu berdoa kepada-Nya, memohon agar kemudahan-kemudahan selalui menyertainya. Maka tak salah bila di salah satu ceramah agama yang pernah aku dengar dikatakan bahwa “Banyak orang yang sukses ketika diuji dengan kemiskinan (padanan untuk kesulitan) namun gagal berantakan ketika diuji dengan kekayaan (padanan untuk kelapangan)”. Benarkah?wallahu’alam
Namun, kutipan ayat alqur’an dalam surat Al-Ma’aarij:19-28, berikut mungkin bisa memberi pandangan sendiri buat sobat (maaf, bukan berarti aku ini maha tau, aku pun masih belajarJ):
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir
20. apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah
21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir
22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat
23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya
24. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu
25. bagi orang (miskin)yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)
26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan
27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya
28. karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman dari kedatangannya
Semoga bermanfaat bagi kita semua.