Monday, April 4, 2011

Jangan pernah menyangka

Jangan pernah menyangka….
Kesenangan dunia akan selalu menyertaimu
Jangan pernah menyangka…
Kedukaan tak akan pernah berakhir

Bahagia dan suka adalah milik kita semua
Keduanya satu per satu akan menyertai kita
Karena keduanya bagian dalam hidup kita
Episode yang bergiliran bertamu pada kita

Jangan pernah menyangka…
Hidupmu akan selalu mulus
Semulus jalan tol
Jangan pernah menyangka demikian

Jangan pernah menyangka..
Hidupmu akan kekal di dunia ini
Jangan pernah menyangka…
Kematian tak akan pernah menghampirimu

Jangan pernah menyangka..
Dunia adalah tempat kesenangan semata
Sebaliknya, ..dunia adalah medan tempaan diri
Pahami itu

Jangan pernah menyangka..
Diriku  sangatlah sempurna
Sesempurna kalimat yang kuguratkan
Aku pun masih belajar
                                                                                     Witri apriliani
                                                                                                                   3 april 2011
                               
READMORE - Jangan pernah menyangka

Thursday, March 31, 2011

Perlunya kejelasan

Dalam melakukan aktivitas apapun kita perlu melakukannya secara sempurna. Kejelasan juga sangat diutamakan. Contohnya, ketika ada perusahaan yang tertarik dengan jasa atau produk kita, baiknya kita jelaskan secara lugas produk dan jasa kita  ini sehingga pembeli tidak merasa tertipu atau kecewa di belakang karena informasi yang tak jelas.
Sebagai contoh, ketika kita membuka usaha pendidikan sejenis kursus. Akan lebih baik bila semua calon  siswa diberi kalender belajar agar mereka mengetahui dengan detail berapa lama kursus akan berlangsung, materi apa saja yang akan mereka terima sehingga mereka juga dapat mereka-reka dan memutuskan apakah jasa yang kita tawarkan sepadan dengan ‘pengorbanan’ sebagai kompensasinya.
Bila dari awal telah jelas begini. Tentu menyenangkan, pemilik usaha merasa senang, peminat jasa kita juga senang. Istilahnya win-win solution. Menyenangkan kedua belah pihak bukan?Tanpa ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.
Dalam melakukan transaksi jual beli juga demikian. Ikatan perjanjian keduanya harus terang. Bahkan ada saksinya, lalu ditandatangani sebagai pengesahan di atas segel. Secara hukum surat ini ‘punya kekuatan’, maksudnya dapat dijadikan sebagai ‘bukti’ bila di kemudian hari terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak yang terlibat di dalamnya.  
Kalau sudah begini keduanya pasti merasa plong. Tak ada lagi istilah beli kucing dalam karung. Bagaimana, apa sobat ada tambahan pendapat?boleh dishare di sini!:)
READMORE - Perlunya kejelasan

Monday, March 28, 2011

Banyak-banyak berbagi

Ketika kita sedang “merasa” sendiri, banyak-banyaklah berbagi dengan orang lain. Tindakan ini diharapkan dapat mengeleminir perasaan sendiri yang terkadang hanyalah perasaan “yang kita kondisikan sendiri”. Artinya, kita sendiri yang merasa seperti itu.
Berbagi di sini bisa banyak hal, mulai dari berbagi materi, seperti sedekah. Kemudian berbagi cerita pada sahabat terdekat atau melalui tulisan sederhana di blog seperti yang kita lakukan saat ini.
Aku pernah mendengar kalimat seperti ini, orang yang banyak berbagi, sesungguhnya mereka adalah orang yang kaya.
Logikanya masuk akal ya!
Dengan berbagi, berarti kita telah memberi “sesuatu” kepada orang lain. Nah..yang dapat berbagi itu kan logikanya “yang telah berlebih”. Atau kesimpulan sederhananya ORANG KAYA. Masuk akal juga ya??hehehe.
Berbagi cerita, misalnya. Di era yang serba mobile saat ini, teknologi memudahkan segalanya. Meski sahabat-sahabat kita nun jauh di sana, kita tetap dapat berbagi cerita, bisa melalui email, sms, atau blog.
Email, misalnya. Seakan silaturahmi tetap terjalin meski sahabat kita tak berada dekat dengan kita. Berbeda dengan blog yang terpublikasi, email sifatnya  lebih privasi. Seperti beberapa waktu lalu, saat aku mendapat email dari sahabatku semasa kuliah dulu. Isi email yang sangat relegius ini semakin mendekatkan silaturahmiku dengannya, meski kita tak satu kota lagi. Silaturahmi tetap terjalin, saling mengingatkan dan menasehati juga tetap terjadi, walau hanya lewat email.
Berasa tak sendiri pokoknya. Berbagi memang menyenangkan. Tetapi, terkadang sisi negative dari diri kita juga suka muncul, terkadang getol-getolnya berbagi, eh…di lain waktu malah super pelit, sedekah misalnya J.  Tapi paling tidak kalau memang tak bisa bersedekah materi, masih bisa sedekah dengan senyum ya? J
Yuk, banyak-banyak berbagi cerita melalui blog!
READMORE - Banyak-banyak berbagi

Thursday, March 24, 2011

Cahaya yang hampir redup


Ya allah..
Cahaya ini hampir redup
Aku tersungkur
Bersimpuh..menanti uluranMu

Ya allah..
Aku tak berdaya
Aku lemah
Aku rapuh

Ya allah..
Hatiku terombang-ambing
Pikiranku mulai menguap
Asaku mulai runtuh

Ya allah..
Cahayaku mulai redup
Hanya tersisa lilin-lilin kecil
Lilin yang tak berdaya, padam dalam satu hembusan

Ya allah..
Peluk aku, rangkul aku
Berilah aku cahaya itu kembali
Jangan biarkan cahaya ini benar-benar redup

Ya allah..
Engkaulah pengenggam nyawaku
Berilah aku cahaya  yang terang
Berilah aku kekuatan tak bertepi

Aku lemah tanpaMU
Bantulah aku                             
Jangan biarkan redupnya cahaya itu terjadi
Aku yang lemah dan selalu merindu cahayaMU

Witri apriliani
13 Maret 2011

READMORE - Cahaya yang hampir redup

Monday, March 21, 2011

Profesionalitas

Profesional itu mutlak diperlukan bila kita ingin sukses dalam bidang usaha yang kita geluti. Misalnya kita membuka usaha di bidang pendidikan. Ambil contoh kursus.
Di era yang serba sulit untuk memperoleh uang saat ini, orang tentu tak ingin mengeluarkan biaya hanya untuk kesia-siaan. Maksudnya, ketika seseorang tertarik dengan jasa yang kita tawarkan, maka jangan sia-siakan kepercayaan tersebut. Berikanlah pelayanan yang sepadan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan oleh pelanggan kita. Tentunya, bila pelanggan merasa kecewa, rugi , mereka tak akan pernah kembali. Lalu, siapa coba yang rugi?jawabnya ya usaha kita tersebut.
Sebaliknya bila pelanggan merasa cocok, nyaman dan merasa bahwa uang yang telah ia keluarkan seimbang dengan pelayanan pendidikan yang ia dapatkan, dia pasti akan kembali. Bukan hanya itu, secara tak langsung, usaha kita  akan terpromosikan.
Ketika jasa yang kita berikan memuaskan, secara tak sadar pelanggan tentu akan bercerita tentang bagaimana baiknya jasa yang ditawarkan oleh usaha kita. Dari mulut ke mulut informasi ini akan terus bergulir yang pada akhirnya usaha kita banyak dikenal orang. Kalau sudah begini, usaha kita juga yang diuntungkan.
Jangan pernah merasa rugi untuk memberikan pelayanan lebih kepada pelanggan.
Tulisan ini dibuat sebagai bahan gambaran dari seorang pelanggan yang merasa kecewa dengan pelayanan yang ia terima bila dibandingkan dengan besarnya uang yang harus ia investasikan untuk membeli jasa yang ditawarkan suatu institusi tertentu.
Semoga tulisan sederhana dan singkat ini bermanfaat buat kita semua.
READMORE - Profesionalitas

Friday, March 18, 2011

Perceraian, salahkah??

Miris memang kalau perceraian dijadikan akhir dari konflik tak berkesudahan dalam kehidupan berumah tangga. Tetapi, bila bahtera pernikahan itu terus dijalankan, banyak pihak yang tersakiti terutama kedua orang yang menjalankan peran utama dalam pernikahan ini.

Dilema ya?

Di satu sisi, perceraian itu menyakitkan dan menimbulkan kerugian yang terbilang banyak. Akan tetapi di sisi lain, bila terus dijalani kehidupan bersama ini tak akan jua menimbulkan kebahagiaan. Selalu kejadian yang pahit dan menyakitkan yang akan terjadi.

Dilema juga ya?
Dulu, ketika keduanya masih berstatuskan lajang, keduanya sibuk beraksi untuk saling memikat pujaan hati. Segala cara dilakukan agar bisa hidup bersama dengan pujaan yang telah dipilih. Tetapi, seiring dengan bertambahnya usia pernikahan, perbedaan yang terus mengental dan embel-embel lain, atau kesalahan fatal yang dilakukan oleh pasangan yang tak mungkin lagi dapat dimaafkan menjadi alasan akan berakhirnya bahtera pernikahan tersebut.
Dilema ya?

Kasihan dan menyedihkan melihat keadaan ini. Tapi, mau bagaimana lagi?mungkin bagi keduanya, ini merupakan keputusan terbaik.

Melihat serta mendengar begitu banyaknya peristiwa perceraian yang terjadi di negeri ini, aku sangat mengagumi kehidupan berumahtangga Bapak B.J. Habibie dan ibu alm. Ainun. Cerita cinta yang indah. Bahagianya bila semua pasangan yang menikah bisa mengalami hal yang membahagiakan seperti beliau. Cinta yang tak akan pernah berakhir, meski telah berbeda alam. Sungguh, setia yang mengagumkan. Perasaan yang pasti membuat semua orang terharu. Cinta yang benar-benar cintaJ.

Tapi, apakah perceraian merupakan suatu kesalahan?Menurutku, tak ada jawaban yang akurat benar, semua tergantung situasi yang menyebabkan keputusan ini diambil. Hanya kedua belah pihak yang tahu pasti, mengapa jalan ini dipilih sebagai alternative terakhir.

Aku yakin tak ada pasangan yang ingin pernikahannya berakhir, karena ini akan menjadi pil pahit dalam hidup mereka. Tetapi…mau bagaimana lagi?dilema memang ya?
READMORE - Perceraian, salahkah??

Monday, March 14, 2011

Aku tak sendiri

Aku masih duduk di sini, menunggu tangan-tangan pemurah yang ingin bersahabat denganku. Tempat yang begitu ramai terasa menghimpit diriku. Susana pasar yang ramai, seakan tak memberikan tempat padaku. Aku hanya terduduk, terdiam dengan perasaan yang aku sendiri tak tahu bagaimana rasanya.

Diantara lalu-lalang keramaian  pasar ini, ada seorang adik kecil menghampiri diriku. Diletakkannya kepingan uang logam pada kaleng tuaku. Ya..kaleng yang selalu menemaniku melewati hari-hariku hampir separuh usiaku di bumi ini.

“ting”, terdengar suara tabrakan logam dari si adik dan kaleng tuaku.

“ahh…hanya sebuah”, aku hanya berucap di dalam hatiku.

Mataku nanar menatap suasana hidup pagi hari ini. Kaki-kaki yang terus menjamah setiap tempat di sekelilingku seakan tetap tak perduli dengan pakaian biru lusuh yang kukenakan. Aku terus memandangi semuanya.

“ting..ting..ting..”, beberapa logam mulai antri memasuki kaleng tuaku.

Ada rasa bahagia..sedikit harapan bahwa hari ini apa yang kudapat bisa membuatku sedikit nyenyak nanti malam.

Kupandangi kedua tanganku yang tak sempurna. Sepuluh  jari yang diberikan-Nya, telah diambil paksa akibat kecelakaan dahsyat yang secara total mengubah penampilanku.

“aku..tak ingin seperti ini”, ucapku dalam hati. “Aku ingin memilki kembali sepuluh jari itu…!!!”, aku nyaris berteriak ketika memandangi raga tak sempurna ini.

“Pak..”, sebuah suara halus terdengar samar di telingaku.

“ini…”, wanita muda itu memberiku sebungkus nasi dan beberapa lembar uang kertas berpindah ke kalengku.

Aku tersenyum, seakan ingin mengatakan terima kasih.

“Ahh.., ternyata aku salah. Masih ada tempat buatku di pasar yang seluas ini. Masih ada beberapa pasang  mata yang mengintai keberadaanku. Masih ada tangan-tangan bersahaja yang mengulurkannya kepadaku.”

“aku tak sendiri”, ucapku beriringaan  dengan keluarnya  butiran jernih dari kedua sudut bola penglihatanku.

Senyum itu akhirnya melebar, melengkapi rasa bahagiaku. Meski kalengku hanya berisi beberapa lembar dan logam saja, namun itu sudah cukup. Apalagi, tadi ditambah dengan sebungkus nasi yang cukup untuk mengganjal perutku.

“aku tak sendiri”, kembali aku berucap dengan senyum di wajahku.
READMORE - Aku tak sendiri