Showing posts with label sekedar berbagi. Show all posts
Showing posts with label sekedar berbagi. Show all posts

Monday, March 28, 2011

Banyak-banyak berbagi

Ketika kita sedang “merasa” sendiri, banyak-banyaklah berbagi dengan orang lain. Tindakan ini diharapkan dapat mengeleminir perasaan sendiri yang terkadang hanyalah perasaan “yang kita kondisikan sendiri”. Artinya, kita sendiri yang merasa seperti itu.
Berbagi di sini bisa banyak hal, mulai dari berbagi materi, seperti sedekah. Kemudian berbagi cerita pada sahabat terdekat atau melalui tulisan sederhana di blog seperti yang kita lakukan saat ini.
Aku pernah mendengar kalimat seperti ini, orang yang banyak berbagi, sesungguhnya mereka adalah orang yang kaya.
Logikanya masuk akal ya!
Dengan berbagi, berarti kita telah memberi “sesuatu” kepada orang lain. Nah..yang dapat berbagi itu kan logikanya “yang telah berlebih”. Atau kesimpulan sederhananya ORANG KAYA. Masuk akal juga ya??hehehe.
Berbagi cerita, misalnya. Di era yang serba mobile saat ini, teknologi memudahkan segalanya. Meski sahabat-sahabat kita nun jauh di sana, kita tetap dapat berbagi cerita, bisa melalui email, sms, atau blog.
Email, misalnya. Seakan silaturahmi tetap terjalin meski sahabat kita tak berada dekat dengan kita. Berbeda dengan blog yang terpublikasi, email sifatnya  lebih privasi. Seperti beberapa waktu lalu, saat aku mendapat email dari sahabatku semasa kuliah dulu. Isi email yang sangat relegius ini semakin mendekatkan silaturahmiku dengannya, meski kita tak satu kota lagi. Silaturahmi tetap terjalin, saling mengingatkan dan menasehati juga tetap terjadi, walau hanya lewat email.
Berasa tak sendiri pokoknya. Berbagi memang menyenangkan. Tetapi, terkadang sisi negative dari diri kita juga suka muncul, terkadang getol-getolnya berbagi, eh…di lain waktu malah super pelit, sedekah misalnya J.  Tapi paling tidak kalau memang tak bisa bersedekah materi, masih bisa sedekah dengan senyum ya? J
Yuk, banyak-banyak berbagi cerita melalui blog!
READMORE - Banyak-banyak berbagi

Monday, March 21, 2011

Profesionalitas

Profesional itu mutlak diperlukan bila kita ingin sukses dalam bidang usaha yang kita geluti. Misalnya kita membuka usaha di bidang pendidikan. Ambil contoh kursus.
Di era yang serba sulit untuk memperoleh uang saat ini, orang tentu tak ingin mengeluarkan biaya hanya untuk kesia-siaan. Maksudnya, ketika seseorang tertarik dengan jasa yang kita tawarkan, maka jangan sia-siakan kepercayaan tersebut. Berikanlah pelayanan yang sepadan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan oleh pelanggan kita. Tentunya, bila pelanggan merasa kecewa, rugi , mereka tak akan pernah kembali. Lalu, siapa coba yang rugi?jawabnya ya usaha kita tersebut.
Sebaliknya bila pelanggan merasa cocok, nyaman dan merasa bahwa uang yang telah ia keluarkan seimbang dengan pelayanan pendidikan yang ia dapatkan, dia pasti akan kembali. Bukan hanya itu, secara tak langsung, usaha kita  akan terpromosikan.
Ketika jasa yang kita berikan memuaskan, secara tak sadar pelanggan tentu akan bercerita tentang bagaimana baiknya jasa yang ditawarkan oleh usaha kita. Dari mulut ke mulut informasi ini akan terus bergulir yang pada akhirnya usaha kita banyak dikenal orang. Kalau sudah begini, usaha kita juga yang diuntungkan.
Jangan pernah merasa rugi untuk memberikan pelayanan lebih kepada pelanggan.
Tulisan ini dibuat sebagai bahan gambaran dari seorang pelanggan yang merasa kecewa dengan pelayanan yang ia terima bila dibandingkan dengan besarnya uang yang harus ia investasikan untuk membeli jasa yang ditawarkan suatu institusi tertentu.
Semoga tulisan sederhana dan singkat ini bermanfaat buat kita semua.
READMORE - Profesionalitas