Showing posts with label pikiran. Show all posts
Showing posts with label pikiran. Show all posts

Monday, January 10, 2011

Aura yang menular

Haiiiii….kangennnnnnnnnnnn”

“eh, pa kabar?

Kalau diperhatikan apa yang beda dari  kedua kalimat di atas?

Penulisannya?atau ekspresinya?atau…?

Kalau menurutku, kedua kalimat itu benar-benar berbeda. Mengapa?

Kalau kalimat yang pertama, kesannya ekspresif sekali, sepertinya terlihat telah lama tak bertemu. Jadi kesannya “heboh”. Kalau kalimat kedua itu datar pengucapannya, tak ada ekspresi yang “wah”, keadaannya biasa-biasa saja.

Ya, ternyata gaya penulisan itu menimbulkan penafsiran yang berbeda ya.  Semua tergantung dari setiap pembaca yang meresponnya.

Kalau lagi blogwalking, aku menemukan berbagai macam posting dengan tema dan gaya penulisan yang berbeda-beda. Ada yang informative, ada yang inspiratif  tapi yang pasti semua bermanfaat buat pembacanya. Sekilas gaya penulisan ini tak hanya menggambarkan karakter si penulis, tapi juga mempengaruhi setiap pembacanya.

Kalau tulisannya, tentang  keadaan  yang cukup menyayat hati, otomatis pembaca juga seakan larut dengan suasana tulisan yang sendu itu. Di lain pihak, jika tulisannya bernada ceria, ramai, heboh, pembaca juga ikut merasakan aura bahagia dari si penulis loh, dari untaian kalimat yang tertulis.

Bisa diterima analisisku ini?

Bisa jadi iya, …:)

Hanya melalui media tulis saja pembaca bisa merasakan aura dari si penulis, apalagi jika silaturahmi secara nyata. Kalau pas ketemu sama orang yang sedang bahagia sekali, muka yang full senyum, sumringah sekali. Secara tak sadar kita merespon keadaan ini dengan tindakan yang positip pula, kita senyum kembali. Rasanya ada rasa bahagia, senang sekali. Setuju??

Di lain pihak, bila sahabat kita lagi sendu. Kita yang tadinya biasa saja, bisa-bisa ikutan terbawa dengan suasana sedih ini. Mencoba menghibur?bisa juga, atau mungkin kita memang tipe orang yang cepat perasa begitu. 

Berbicara masalah “aura yang menular ini”. Aku jadi teringat dengan kalimat yang tertulis dalam buku Satu lagi alasan untuk tersenyum,miliknya Zig ziglar, berikut:


Pernahkah Anda menonton bioskop dan tertawa?Pernahkah Anda menonton bioskop dan menangis?Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa mereka menempatkan sesuatu di tempat duduknya yang menyebabkan Anda tertawa atau menangis?Pasti Anda paham kan. Yang Anda lihat di layarlah yang membuat Anda bereaksi dengan tawa atau airmata.


Berhati-hatilah dalam apa yang Anda masukan ke dalam pikiran Anda, karena hal itu akan mempengaruhi tindakan Anda- yang akan mempengaruhi masa depan Anda. 

Tepat sekali ya, ucapan tertulis milik Zig ziglar ini. Bagaimana?sependapat dengan pemikirannya om Zig?

*Gambar diambil dari google
READMORE - Aura yang menular

Tuesday, October 26, 2010

Masalah

Yang namanya makhluk bernafas(manusia, maksudnya:) tak akan pernah lepas dari masalah. Lepas dari satu masalah, akan menghadapi masalah berikutnya, begitu seterusnya. Masalah-masalah tersebut tak akan pernah lelah, berhenti  menghampiri kita.

Awalnya, pikiran kita pasti sempit, pusing, kalut…maklum lagi banyak urusan, sudah banyak masalah, kemudian ditambahin kembali masalah. Bisa dibayangkan, betapa otak kita dipenuhi semua masalah tersebut! Bertambah kacaulah pikiran kita. Namun, tunggu dulu! Ada baiknya jika kita tak buru-buru pusing, kalut atau syndrom semacamnya!

Apakah dengan pusing, kalut, pikiran yang sempit akan menyelesaikan masalah?

Jawabnya, tentu saja tidak bukan?Siap atau tidak, suka atau tidak, masalah tersebut membutuhkan solusi. Nah,..kalau begitu, mengapa tak menerimanya dengan pikiran jernih? Bukankah dengan memiliki pikiran jernih, otak akan lebih mudah berpikir, berusaha mencari solusinya, dengan diikuti dengan aksi, perbuatan, tindakan nyata (wah..,ternyata banyak ya istilahnya:) atas perintah otak tersebut, sehingga pada akhirnya masalah itu akan terselesaikan.

Daripada kita langsung menerima setiap masalah dengan ”pikiran yang kita kondisikan telah penuh dengan masalah”, kan tak akan membuat kita jadi dapat berpikir kembali. Siapa coba yang rugi?ya..kita sendiri jawabnya. Masalah yang tak kunjung selesai, terus pikiran kita juga jadi kalut, pusing dan imbasnya semua aktivitas jadi rusak, hehe..Rugi sekali kan;)

Sekarang, pertanyaannya adalah bagaimana agar memiliki pikiran jernih?

Pengalaman saya,sebagai seorang muslim (ini klo saya ya:), saya lebih banyak berzikir, karena hanya dengan berzikir, mengingat Allah,  hati menjadi tenang. Dampaknya, ketika hati menjadi tenang, pikiran juga menjadi “plong”, dan insyaallah tak ada kesulitan ketika harus menghadapi masalah. Sebagai insan beragama, kita harus percaya bahwa Sang Pencipta akan selalu memberi  pertolongan, dan bentuk komunikasi kita dengan diriNYA antara lain melalui doa, berzikir. Insyaallah semua masalah akan diberi kemudahan penyelesaiannya. Dan lagi, jika dicermati secara positip, sebenarnya dengan banyak masalah, kita juga banyak belajar dalam menjalani hari-hari ke depan. Belajar,belajar dan belajar..hayoo.., masih mau belajar?

READMORE - Masalah