“Haiiiii….kangennnnnnnnnnnn”
“eh, pa kabar?
Kalau diperhatikan apa yang beda
dari kedua kalimat di atas?
Penulisannya?atau
ekspresinya?atau…?
Kalau menurutku, kedua kalimat
itu benar-benar berbeda. Mengapa?
Kalau kalimat yang pertama, kesannya
ekspresif sekali, sepertinya terlihat telah lama tak bertemu. Jadi kesannya
“heboh”. Kalau kalimat kedua itu datar pengucapannya, tak ada ekspresi yang
“wah”, keadaannya biasa-biasa saja.
Ya, ternyata gaya penulisan itu menimbulkan
penafsiran yang berbeda ya. Semua
tergantung dari setiap pembaca yang meresponnya.
Kalau lagi blogwalking, aku menemukan berbagai macam posting dengan tema dan
gaya penulisan yang berbeda-beda. Ada yang informative, ada yang
inspiratif tapi yang pasti semua bermanfaat
buat pembacanya. Sekilas gaya penulisan ini tak hanya menggambarkan karakter si
penulis, tapi juga mempengaruhi setiap pembacanya.
Kalau tulisannya, tentang keadaan
yang cukup menyayat hati, otomatis pembaca juga seakan larut dengan
suasana tulisan yang sendu itu. Di lain pihak, jika tulisannya bernada ceria,
ramai, heboh, pembaca juga ikut merasakan aura bahagia dari si penulis loh,
dari untaian kalimat yang tertulis.
Bisa diterima analisisku ini?
Bisa jadi iya, …:)
Hanya melalui media tulis saja pembaca
bisa merasakan aura dari si penulis, apalagi jika silaturahmi secara nyata.
Kalau pas ketemu sama orang yang sedang bahagia sekali, muka yang full senyum, sumringah sekali. Secara
tak sadar kita merespon keadaan ini dengan tindakan yang positip pula, kita
senyum kembali. Rasanya ada rasa bahagia, senang sekali. Setuju??
Di lain pihak, bila sahabat kita
lagi sendu. Kita yang tadinya biasa saja, bisa-bisa ikutan terbawa dengan
suasana sedih ini. Mencoba menghibur?bisa juga, atau mungkin kita memang tipe
orang yang cepat perasa begitu.
Berbicara masalah “aura yang
menular ini”. Aku jadi teringat dengan kalimat yang tertulis dalam buku Satu lagi alasan untuk tersenyum,miliknya Zig ziglar, berikut:
Pernahkah Anda menonton bioskop dan tertawa?Pernahkah Anda menonton bioskop
dan menangis?Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa mereka menempatkan sesuatu
di tempat duduknya yang menyebabkan Anda tertawa atau menangis?Pasti Anda paham
kan. Yang Anda lihat di layarlah yang membuat Anda bereaksi dengan tawa atau
airmata.
Berhati-hatilah dalam apa yang Anda masukan ke dalam pikiran Anda,
karena hal itu akan mempengaruhi tindakan Anda- yang akan mempengaruhi masa
depan Anda.
Tepat sekali ya, ucapan tertulis
milik Zig ziglar ini. Bagaimana?sependapat dengan pemikirannya om Zig?
*Gambar diambil dari google