Sabar itu memang sulit untuk
dijalani, mengingat kita selalu ingin menyegerakan apa yang kita inginkan. Kita
hidup berdampingan dengan orang lain di lingkungan sosial, selalu saja ada percikan-percikan kecil di
hati yang membuat kita juga ingin segera mengecap keadaan yang sama baiknya
dengan orang lain.
Lumrah memang. Namanya juga
manusia. Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidup ini. Bila diajukan
questioner kepada kita semua, aku yakin hampir 99% dari kita ingin selalu
bahagia menjalani hidup. Ingin selalu meraih setiap keinginan terbaik dalam hidup
ini. Ingin segera mewujudkan kebahagiaan yang begitu indah.
Kalau bicara dari hati ke hati,
tentunya itu telah menjadi keinginan setiap insan. Tetapi, bila diri kita sibuk
dengan kebahagiaan orang lain. Sibuk membandingkan diri kita dengan orang lain.
Apakah yang kita dapat?Rasa cemas, karena diri kita tak jua sama dengan orang
lain?ingin segera seperti itu?iri melihat kebahagiaan orang lain?tidak suka
dengan kebahagiaan orang lain?atau beberapa penyakit hati lainnya yang mulai
menjangkiti?
Ok lah. Tiap dari kita mungkin
pernah terjangkiti virus hati di atas. Namun, akan lebih baik bila secara
perlahan kita menata hati, membersihkan nodanya dan kembalikan semuanya kepada
Sang Pencipta.
Tuhan Maha Adil kok. Asal kita
yakin, dan selalu berusaha dan berdoa kepada-Nya, insyaallah kita pun akan
memperoleh kebahagiaan sama seperti orang lain. Jadi, tak perlu membebani hati
dan pikiran dengan penyakit yang kita buat sendiri. Rugi kan?Harapan yang kita
inginkan tak kunjung terwujud, kita malah uring-uringan. Jika demikian, apakah
kebahagiaan akan kita peroleh??
Ada yang punya ide yang lebih baik?Boleh dishare di sini!Dengan senang hati ditunggu idenya:)
